Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BENCANA BANJIR: RELOKASI 34.000 KK KE AREA AMAN

Rahmayulis Saleh

Sabtu, 08 Desember 2012

JAKARTA-- Bencana banjir terus menghantui Indonesia, terutama DKI Jakarta. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi banjir. Namun sampai sekarang belum berhasil secara optimal.  

Area titik banjir terus bermunculan dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya. "Penyebab banjir di Jakarta sangat kompleks, dan itu harus dihadapi Pemprov DKI Jakarta dari waktu ke waktu," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Dalam diskusi Mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) yang diadakan Masyarakat Penulis Ilmu dan Teknologi (Mapiptek), Sutopo menuturkan pemerintah sudah melaksanakan 4 pilar kebijakan penanganan banjir di DKI Jakarta. 

Langkah pertama, katanya, mencoba menjauhkan banjir dari masyarakat dengan cara membangun tanggul, waduk, dan kanal. Kedua, menjauhkan masyarakat dari bencana banjir, antara lain dengan relokasi 34 .000 KK dari daerah banjir ke area yang aman.  

Selain itu, pemerintah juga menerapkan hidup harmonis kepada masyarakat yang tinggal di area rawan banjir. "Artinya, masyarakat harus sadar akan bencana banjir yang mengancamnya, sehingga mereka bisa melakukan langkah-langkah antisipatif sendiri," ujarnya.  

Langkah terakhir, lanjut Sutopo yang juga Peneliti Utama Bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kearifan lokal dalam penanganan banjir.

Sementara itu Idwan Suhardi, Deputi Pendayagunaan Iptek Kementerian Ristek, mengatakan walau sudah menerapkan 4 pilar tersebut, banjir di Jakarta tetap belum bisa dikurangi. Sebab, persoalan banjir di Jakarta sangat kompleks. Mulai dari padatnya penduduk, banyaknya warga pendatang, sampai keberadaan 13 sungai yang hilirnya berada di Jakarta.  

"Selama Jakarta masih menjadi epicentrum pembangunan nasional, maka beban daerah ini tidak akan pernah berkurang," ujarnya.  

Dia menjelaskan epicentrum yang dimaksud, adalah terpusatnya berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan, yang menyebabkan tingginya angka urbanisasi penduduk daerah ke Jakarta.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/bencana-banjir-relokasi-34-dot-000-kk-ke-area-aman

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id