Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Tim Modifikasi Cuaca BPPT Siap Antisipasi Bencana di 2014

Tim modifikasi cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku telah mematangkan persiapan untuk menggelar redistribusi hujan dan hujan buatan sebagai bagian upaya kesiapsiagaan bencana. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT, Florentinus Heru Widodo mengatakan, sejauh ini tim TMC BPPT sudah melakukan berbagai persiapan dan pengembangan metode terbaru dalam penyemaian garam di udara ketika melakukan hujan buatan.  

"Tim sudah siap, namun untuk keputusan melakukan redistribusi hujan di DKI Jakarta, pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengeluarkan status siaga darurat," katanya di Jakarta, Selasa (7/1) malam.  

Sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sudah memberikan tugas TMC kepada tim TMC BPPT belum mengeluarkan anggaran redistribusi hujan saat musim penghujan seperti ini berguna untuk mengurangi potensi  banjir di DKI Jakarta.  

Selain itu, tim TMC BPPT di tahun 2014 ini sudah mendapatkan kontrak dari PLN Sumatera Utara April mendatang tepatnya di Koto Panjang dan Danau Singkarak untuk pengisian waduk.  

Di samping itu PLN Kalimantan Selatan juga sudah melakukan kontrak dengan tim TMC BPPT. Selain itu juga dengan pemerintah Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah dan Barat untuk antisipasi asap akibat kebakaran hutan di musim kemarau mendatang.

Dalam rencana kegiatan TMC tahun 2014, tim TMC BPPT mengembangkan teknologi baru dengan peralatan Consule Mekanisasi Seeding berupa kontainer yang ditempatkan di pesawat Hercules.  

Penggunaan kontainer untuk aktivitas penyemaian garam ini mampu mencegah kerusakan pesawat yang keropos terkena garam.  

"Kami dari BPPT, BNPB dan TNI AU telah membuat peralatan Consule Mekanisasi Seeding untuk TMC di pesawat Hercules. Sistemnya tinggal membuka pintu lalu kontainer dibuka untuk mengeluarkan bahan semai," ucapnya. 

Dahulu lanjutnya, dalam aktivitas penyemaian menggunakan wadah seperti rumah-rumahan. Saat hendak menyemai garam, pintu belakang pesawat dibuka, sehingga terjadi turbulensi dan bahan semai berceceran kemana-mana sehingga bisa mengenai badan pesawat dan berpotensi keropos. 

TMC memiliki beragam manfaaat. Jika TMC untuk meminimalisir banjir terdiri dari beberapa metode yakni sistem redistribusi hujan.  

Metode ini akan menghujankan awan-awan sebelum jatuh di Jakarta, misalnya dihujankan dahulu di laut agar tidak mengganggu daratan.  

Teknik selanjutnya adalah mengganggu awan di Jakarta atau metodologi kompetensi, sehingga pertumbuhan awan terhambat.  

Dalam teknik ini dilepaskan bahan semai yang ukurannya sangat kecil untuk menangkap masa udara di Jakarta sehingga menganggu pertumbuhan awan kuat. 

Konsekuensi teknik ini curah hujan kecil namun durasinya diperlebar. Sedangkan tanpa itu, jika hujan disertai guntur dan petir berpotensi hujan lebat serta menyebabkan banjir.  

Metodologi ini dilakukan dengan  menyemaikan garam (NaHcL). Pesawat digunakan untuk menyemai garam dapur powder atau bubuk.  

Sedangkan flare yang dibakar yang juga mengandung unsur garam dapur menggunakan Ground Based Generator (GBG).  

Prinsip kerjanya, ketika GBG dihidupkan muncullah inti-inti kondensasi atau butir-butir uap air sehingga mengganggu pertumbuhan awan. 

Inti kondensasi dari generator akan berkompetensi dengan inti kondensasi di udara dalam menyerap uap air. Metode kompetisi ini bisa disebut juga memandulkan awan.

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/tim-modifikasi-cuaca-bppt-siap-antisipasi-bencana-di-2014/47609

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id