Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Bangun Kerjasama Dengan Lembaga Swasta

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam upaya perwujudan pelayanan teknologi kepada para mitranya, telah melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan lembaga pemerintah dan swasta.

Rapat Kerja BPPT tahun 2015 ini yang bertajuk “Kita Sukseskan RPJMN 2015-2019 Melalui Peningkatan Inovasi dan Layanan Teknologi”, dan melakukan penandatangan enam MoU dan satu PKS, di antaranya MoU dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Pemkab Boalemo Gorontalo, PT Surveyor Indonesia (Persero), BMKG, Universitas Al Azhar Indonesia, dan PT Agronesia (Persero). Sedangkan PKS dilakukan dengan Pemkab Bantaeng, KPU dan Universitas Hasanuddin,” kata Sekretaris Utama BPPT, Soni Solistia Wirawan, Rabu (11/3), di Kantor Auditorium BPPT, Jakarta.

Menurutnya, pada tanggal 8 Januari 2015, Presiden RI telah menetapkan RPJMN 2015-2019 untuk menyusun pembangunan. Oleh karena itu, BPPT harus menyusun rencana strategis menyesuaikan dengan RPJMN. “Saya berharap melalui Raker ini BPPT kedepannya akan lebih fokus pada program besar untuk meningkatkan nama BPPT dikancah nasional,” katanya.

BPPT fokus pada program-program besar yang memiliki outcome dan inpact besar bagi pembangunan nasional. “Saya harap para peserta Raker BPPT tahun 2015 ini, perlu melakukan penajaman visi misi dengan menyusun program yang lebih baik untuk lima tahun kedepan.

“Disamping itu, ia juga berharap program-program BPPT dapat sejalan dengan reformasi birokrasi, dan sesuai dengan Nawa Cita Presiden dan RPJMN, karena itu merupakan pedoman utama dalam pembangunan nasional. Sehingga, saya mencanangkan di tahun 2015-2019, BPPT menjadi institusi pemerintah kelas dunia,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, Bantaeng dan BPPT sudah saling berkerjasama selama enam tahun, dan banyak yang telah dihasilkan, seperti pemilihan kepala desa melalui sistem elektronik, pembangunan technopark, pembangunan pabrik pupuk SRF, dan pengembangan benih ikan nila gesit.

Namun, kerja sama tersebut hasilnya sangat fenomental, seperti pengembangan buah naga dengan pupuk SRF. Saat ini, pihaknya bahkan memikirkan cara untuk meredam pertumbuhan buah naga agar tidak terlalu banyak. “Sekarang ini kami juga sedang mempersiapkan untuk mengekspor fillet nila gesit. Bisa dibilang saat ini Bantaeng telah menjadi role modelnya kabupaten di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Yunus S. Swaritono menjelaskan, kerja sama BPPT dengan BMKG adalah di bidang observasi dan penelitian yang hasilnya bisa dimanfaatkan bagi masyarakat Indonesia.

“Saat ini, kami sudah memiliki radar di 36 lokasi, dan sebentar lagi akan ada penambahan enam radar lagi yang totalnya 40 radar. Semua radar itu sangat bisa untuk dikerjasamakan dengan BPPT dalam bentuk penelitian,” ungkap Yunus.

Pembantu Rektor IV Universitas Hasanuddin, Budu mengatakan, kerjasama dengan BPPT diantaranya adalah bentuk difusi teknologi dalam pengembangan kawasan technopark.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Sardy Sar mengungkapkan, kerja sama dengan BPPT adalah dalam bidang teknologi, karena teknologi saat ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan.

Sumber : http://terbittop.com/?p=4848

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id