Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Gerakan Nasional Indonesia Bersih, BPPT Pamerkan Inovasi Teknologi Lingkungan

Badan Penerapan Pengkajian Teknologi (BPPT) mendapat tugas dari pemerintah untuk menyediakan teknologi dalam pencanangan program Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB). Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BPPT menggelar pameran hasil teknologi. 

BPPT menggelar pameran sekaligus seminar nasional terkait inovasi teknologi lingkungan untuk mendukung program GNIB di Gedung 2 BPPT, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (15/12/2014). Berbagai produk teknologi unggulan pengolahan air limbah, kebersihan sungai, dan penangan sampah dipamerkan dalam acara ini.

"Masalah sampah dan limbah cair itu sebenarnya masuk sebagai masalah dasar kehidupan. Umumnya masyarakat Indonesia masih kurang kesadaran budaya bersih. Maka pemerintah melalui Instruksi Presiden No 13 Tahun 2011 mencanangkan program nasional GNIB sejak tahun 2011," ujar Sekretaris Utama BPPT Soni S Wirawan saat membuka acara. 

Soni mengatakan BPPT telah melakukan berbagai langkah dan pengembangan untuk mendukung program GNIB ini. Mulai dari pembuatan buku pedomanan GNIB, pengelolaan limbah padat, dan pengelolaan sampah terpadu seperti pembuatan kompos.

"Kita juga buat bank sampah dari kantor-kantor atau industri yang dilakukan oleh cleaning service yang juga bisa menghasilkan uang untuk mereka. Juga penerapan 3R (reduce, reuse, recycle) melalui rekondisi funiture kantor. Pengelolaan limbah cair dan limbah air, di mana kita bisa mengelola limbah sampai 3 kubik/hari," kata Soni.

BPPT juga disebut Soni melakukan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang efisien, mudah, dan murah pengoperasiannya dengan kualitas air hasil olahan yang memenuhi baku mutu lingkungan. Inovasi tersebut tak hanya dilakukan di gedung-gedung milik BPPT sendiri namun telah juga dipakai oleh beberapa industri di Jabodetabek dan perkantoran. 

"Penghematan air dan monitoring di gedung BPPT sejak 2011 yang bisa dilakukan untuk flushing toilet, penyiraman air taman, cuci kendaraan dll. BPPT juga telah mengembangkan teknologi pengolahan sampah meliputi sistem pengelolaan sampah dari sumber, bank sampah, komposting dan pemanfaatan sampah menjadi energi yang telah diaplikasikan di kota Purbolinggo," Soni memaparkan.

Untuk menjawab tantangan kurangnya air bersih, BPPT pun telah mengembangkan efisiensi pemanfaatan sumberdaya air. Seperti melalui pemanfaatan air hujan, pengolahan air dari berbagai sumber air baku, daur ulang air limbah dan upaya-upaya penghematan air lainnya. 

"BPPT hasil penelitian banyak, tapi packaging, sosialisasi dan promosi yang masih kurang. Contoh kita ada pengelolaan air bersih misal dari air banjir untuk mandi dan cuci tangan, walau belum bisa untuk minum. Tiap banjir, alat mobile kita langsung ke lokasi dan diterapkan, dibawa pake truk. Ada juga teknologi proses limbah-limbah berbahaya misal yang berwarna dari tekstil," jelas Soni.  

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) mendukung langkah-langkah yang dilakukan BPPT. Hal tersebut dikatakan Staf Ahli Menteri LHK Bidang Energi Bersih dan Terbarukan, Sabar Ginting yang mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya dalam acara ini. 

"Kami sangat mendukung semangat seminar dan pameran ini untuk memotivasi masyarakat hidup bersih dengan upaya bersama. Prinsipnya sampah harus dikelola dari sumbernya mengingat makin berkurangnya TPA (tempat pembuangan akhir dan dampak pencemaran sampah)," ucap Sabar membacakan sambutan Siti.

Dalam sambutannya yang dibacakan tersebut, Siti menyatakan pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah di daerahnya masing-masing. Siti juga mengingatkan bahwa saat ini paradigma mengenai sampah perlu diubah di mana filosofi yang perlu ditanamkan adalah bahwa sampah bisa menguntungkan masyarakat jika dikelola dengan baik. 

Hal tersebut sekaligus memberikan keuntungan bagi Pemda untuk mengurangi sampah yang kian tak terbendung mengingat pertumbuhan masyarakat dan industi semakin besar.

"Pemerintah merasa perlu menginisiasi GNIB sebagai upaya membumikan paradigma tentang sampah. Program bank sampah juga menjadi ekonomi kerakyatan karena kegitana ini membuat peluang kerja bagi pelaku. Hasil dari komposing merupakan pembuatan ekonomi kreatif dari sampah," ungkap Siti dalam amanatnya. Berbagai teknologi yang dipamerkan BPPT hari ini seperti teknogi ultrafiltrasi dengan alat pengolahan air keruh tanpa bahan kimia), IPAL (instalasi pengolahan air limbah) dengan teknologi online monitoring kualitas air, arsinum (air siap minum), dan biofilter (alat pengolah limbah domestik).  

Selain itu juga ada teknologi AOPS (advanced oxidation processed) yang merupakan alat pengolah limbah warna, teknologi elektrokoagulasi untuk pengolahan air dari tumpukan sampah (lindi) untuk mereduksi warnanya, sepeda ultrafiltrasi, dan algae mobile photobioreactor untuk mendaur cemaran industri dengan mikroalgae. 

Seminar yang akan digelar siang ini dihadiri dari berbagai stake holder seperti dari perkantoran, Rumah Sakit, hotel, dan pelaku industri serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Masyarakat umum pun dipersilakan datang jika ingin melihat pameran yang akan digelar hingga sore ini.  

Dalam pameran ini juga diperlihatkan sosialisasi mengenai daur ulang sampah, baik sampah rumah tangga, sampah perkantoran, industri, hingga sampah kota. Sampah-sampah tersebut bisa dijadikan kompos atau pupuk organik dan juga biogas (konversi sampah makanan menjadi energi). Selain itu juga ada stand ekonomi kreatif yang menghasilkan barang-barang dari daur ulang sampah seperti tas dari bekas bungkus kopi.

Sumber : http://indonesiaberinovasi.com/read/2015/04/1640/gerakan-nasional-indonesia-bersih-bppt-pamerkan-inovasi-teknologi-lingkungan

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id