Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PRESS RELEASE BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE TECHNOLOGY AWARD 2012 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Rabu, 12 September 2012

Untuk kelima kalinya sejak pertama kali diadakan 2008 lalu, BPPT kembali memberikan penghargaan  Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) kepada pelaku teknologi dalam dan luar negeri yang berjasa, berprestasi dan berdedikasi kepada Bangsa dan Negara Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan karya nyata teknologi di bidangnya masing-masing.

Penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada para pelaku teknologi berprestasi. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi yang berjasa kepada bangsa dan negara Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi menghasilkan karya nyata di bidang teknologi.   

Penilaian untuk pemilihan penerima penghargaan didasarkan pada inovasi dalam karya nyata produk teknologi yang mempunyai nilai terobosan (break-through) dari suatu proses produksi atau produk yang sudah ada menjadi suatu proses produksi atau produk baru yang belum ada sebelumnya untuk meningkatkan unjuk kerja dan atau kualitas yang bermanfaat bagi masyarakat pengguna.  Penjabaran penilaian tersebut mengacu pada azas-azas inovasi, yaitu azas penemuan, kreatif, efisien dan efektif, nilai tambah dan azas manfaat. Dan penghargaan BJHT kali ini diberikan kepada Alisjahbana Haliman atau yang biasa dikenal Ali Haliman, Founder/President of PT Haldin Pacific Semesta.

Pria kelahiran Pontianak, 11 Februari 1965 ini memulai bisnis pertamanya di New Jersey, Amerika Serikat 25 tahun silam. Keputusannya menjadi wirausahawan pada usia 22 tahun telah menjadi bisnis yang sangat prospektif saat ini, meskipun untuk itu Ia harus mengorbankan pendidikannya dari Fakultas Fisika di California State University at Long Beach, AS di tahun 1987.

Bungsu dari 6 bersaudara ini mengawali bisnisnya sebagai pengimpor produk vanilla dari Indonesia untuk market di Amerika Utara. Kepiawaian dan naluri bisnisnya yang tajam serta didukung oleh teknologi mengubah bahan-bahan alam menjadi produk yang mempunyau nilai tambah.

Dengan pertimbangan alam Indonesia yang sangat kaya dan mempunyai potensi yang sangat besar sebagai sumber bahan baku untuk produk-produk Haldin, maka pria yang juga suka golf ini memutuskan untuk pindah ke Indonesia di tahun 1992, mengembangkan kreasinya dan memperluas bisnisnya tidak lagi mengirim bahan mentah tapi mengolahnya menjadi produk ekstrak.  PT Haldin Pacific melakukan salah satu wujud inovasi yakni dari azas efisien dan efektif.  Langkahnya telah membawa Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah tapi menjadi produk terolah dalam bentuk yang lebih kecil volumenya tetapi jauh lebih tinggi nilainya.  Disamping efisien dan efektif juga azas nilai tambah sebagai salah satu pilar sukses bisnis dari setiap produk yang dikembangkan.

Di bawah bendera Haldin Pasific Semesta, perusahaannya terus berkembang pesat untuk memenuhi keperluan berbagai industri industri minuman (beverage), permen (confectionary), aroma (flavors),  wewangian (fragrances), suplemen (nutraceuticals atau healthfood), obat-obatan (pharmaceuticals), dan industri kosmetik. Haldin mengekspor hampir 60% pproduknya ke luar negeri dan 40% produknya diserap oleh market dalam negeri.

Produk-produk yang dihasilkan  PT Haldin Pacific Semesta berupa ekstrak bahan alami atau natural ingredients,  seperti ekstrak teh (tea), kopi (coffee), pemanis alami (natural sweeteners), tepung telur (egg powders), specialty and functional ingredients, essential oil, floral water, vanilla dan ekstrak kakao (cocoa). 

Sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki 3 buah ISO sekaligus: ISO 9001, 14001 dan 22000, Ali Haliman sebagai generasi pertama Haldin terus melebarkan sayapnya dan mencapai visinya untuk menjadi perusahaan yang terdepan dan terbesar di bisnis ini, baik di Indonesia maupun di dunia.

Dua jenis teknologi yang digelutinya adalah teknologi liquid dan teknologi powder.  Aktivitas rekayasa teknologi proses dengan mengutak-atik parameter teknik terus dilakukan sehingga banyak menghasilkan produk-produk ekstrak dengan karakter baru memenuhi tuntutan industri yang terus melakukan inovasi produk.  Meskipun tidak menghasilkan end product, tetapi sebagai principal sangat berperan dalam inovasi penciptaan end product baru dari industri yang dilayaninya.  Sehingga bisa digambarkan dalam kalimat we don’t make what you drink, but we make it better.  Inovasi yang dilakukan, mendukung proses penciptaan nilai tambah baru, baik melalui modifikasi produk lama maupun ekplorasi sumberdaya hayati baru. Langkah ini menjadikan beberapa produknya menjadi produk pioneer

Disamping pengembangan produk, intensitas penyebaran pasar menjadi perhatian utama bisnisnya.  Prinsip pasarnya adalah satu produk bukan hanya untuk satu customer tapi harus ke semakin banyak customer.  Ekspansi pasar ekspor telah merambah ke 52 negara. Kekuatan bisnisnya telah memasok industri besar seperti Danone, Unilever, Nestle, Cusson, Sosro, Garuda Food, dan masih banyak lainnya.  

Tahun 2009, PT Haldin memperbesar kapasitas dengan membangun pabrik lagi di Kawasan Industri Cibitung sehingga kapasitas saat ini 3 ribu ton per tahun.  Semangat mencapai growth yang tinggi terus dilakukan, tahun ini akan menambah lagi mesin produksinya dan kapasitasnya akan digandakan menjadi 6 ribu ton per tahun.  Dan tahun 2016 dia mencanangkan kapasitasnya mencapai 10 ribu ton.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id