Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

INTERNATIONAL WORKSHOP ON SATO UMI-GEMPITA SPL-GAPURA

PRESS RELEASE

INTERNATIONAL WORKSHOP ON SATO UMI-GEMPITA SPL-GAPURA

Konsep dan Model Baru Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Pesisir dan Kelautan Secara Berkelanjutan dengan Fokus Utama Budidaya Perikanan

Jakarta, 13-14 Maret 2013

Sumberdaya perikanan, pesisir dan laut merupakan sumberdaya yang sangat potensial, menjanjikan dan dapat dijadikan andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama nelayan. Di sisi lain, konsekuensi logis dari sumberdaya perikanan, pesisir dan laut sebagai sumberdaya milik bersama (common property) dan terbuka untuk umum (open acces) mengalami tekanan  pemanfaatan secara berlebihan melewati  daya dukung sumberdayanya (over exploitation) di hampir seluruh wilayah, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan juga mulai terasa di wilayah Indonesia bagian Timur.

Adanya berbagai ancaman dan tekanan terhadap eksistensi  sumberdaya perikanan, pesisir dan lautan menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatannya belum seimbang dengan laju pemulihannya. Sebagai akibatnya, eksistensi sumberdayanya semakin terancam dan kemampuan daya dukungnya semakin menurun dalam penyediaan pangan.

Memahami adanya berbagai ancaman dan tantangan terhadap eksistensi sumberdaya alam secara global, saat ini telah berkembang berbagai konsep pengelolaan sumberdaya alam yang berinisiasi memperbaiki kondisi sumberdaya alam dan lingkungannya. Konsep yang diterapkan tidak hanya menjadikannya sebagai objek dari kegiatan manusia, tetapi menjadi subjek yang dibutuhkan manusia dan perlu dikelola dengan baik dan bijaksana. 

Sejalan dengan pemikiran tersebut, pengelolaan sumberdaya perikanan, pesisir dan laut hendaknya dilakukan  dengan menerapkan sistem dan teknologi secara harmonis dengan alam. Selain juga terintegrasi dan melibatkan masyarakat dengan memperhatikan sistem tata nilai serta kearifan lokalnya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat sesuai dengan potensi sumberdaya lokal yang tersedia.

Untuk membina hubungan harmonis dan saling menguntungkan antara manusia dengan alam (simbiose mutualistis), khususnya dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, pesisir dan lautan, pada tahun 2007 pemerintah Jepang telah mengimplementasikan suatu konsep pengelolaan sumberdaya alam secara bijaksana antara masyarakat yang tinggal disekitar hutan yang dikenal dengan SATO-YAMA yang diadopsi menjadi SATO-UMI, yaitu hubungan antara masyarakat pesisir dengan sumberdaya perikanan yang ada di wilayah pesisir dan laut.

SATO-UMI merupakan konsep pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan dimana intervensi manusia dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di wilayah pesisir dan laut dapat meningkatkan produktivitas dan keragaman jenis sumberdaya perikanan. Dalam skala yang lebih luas, konsep dasar SATO-UMI dapat diterapkan untuk menjaga keseimbangan ketersediaan sumberdaya alam sebagai sumber pangan dengan menjaga stabilitas ekosistemnya.

Sejalan dengan paradigma yang berkembang secara global dalam menghadapi perubahan dan kerusakan lingkungan baik akibat eksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan maupun akibat perubahan iklim dan pemanasan global, sudah saatnya Indonesia menerapkan konsep pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam dengan memperhatikan keseimbang dan stabilitas sumberdaya alam dan lingkungannya seperti dalam konsep SATO UMI. 

Untuk itu perlu dikembangkan suatu konsep gerakan pembangunan, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara bijaksana, seimbang, harmonis, terintegrasi  dan lebih produktif dengan melibatkan masyarakat secara aktif seperti dalam konsep GEMPITA-SPL (Gerakkan Masyarakat Peduli Kelestarian-Sumberdaya Perikanan, Pesisir dan Laut) atau SFiCoMS (Sustainable Utilization of Fisheries, Coastal and Marine Resources for Society) yang tengah dikembangkan BPPT. 

Konsep GEMPITA-SPL atau SFiCoMS bersama dengan konsep SATO UMI ini akan terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan pembangunan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara berkelanjutan, harmonis dan seimbang di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan seperti pengembangan dan pemasyarakatan teknologi produksi perikanan budidaya ramah lingkungan “Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)”, berbasis sistem bioresirkulasi (biorecycle system) untuk lahan tambak terbengkalai (idle).  

Teknologi produksi IMTA tersebut telah diuji kaji di Pantai Utara Karawang untuk mendukung program  GAPURA (Gerakan Pembangunan Pantai Utara Jawa Barat) dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat. Dengan menerapkan konsep ini diharapkan sumberdaya perikanan dan lingkungannya,  khusus di wilayah pesisir yang telah rusak dapat pulih kembali, kaya akan keanekaragaman sumberdaya hayati, lebih produktif, seimbang dan harmonis serta dapat  meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Untuk mensosialisasikan konsep pembangunan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara seimbang dan berkelanjutan dengan menerapkan Konsep SATO UMI, GEMPITA-SPL/SFiCoMS dan GAPURA, perlu diselenggarakan workshop yang diikuti berbagai stakeholder seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Kantor Menteri Negara Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Kantor Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Pusat Riset Osenografi-LIPI, Dinas Perikanan dan Kelautan, Balai Budidaya Perikanan, Pengusaha Perikanan, tokoh masyarakat dan para pembudidaya serta stake holder terkait lainnya. 

Workshop dihadiri oleh Kepala BPPT, ahli SATO UMI dari Kyushu University Jepang, Prof. Tetsuo Yanagi, para ahli dari Jepang, Kanada, Amerika Serikat dan Indonesia. International Workshop on Sato Umi-Gempita SPL-Gapura terselenggara atas kerjasama Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP), Kedeputian Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT dengan PICES (North Pacific Marine Science Organization), MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan) dan FRA (Fisheries Research Agency of Japan).

Tujuan diadakannya workshop diantaranya untuk mesosialisasikan dan mendiseminasikan konsep terbaru pengelolaan sumberdaya perikanan, pesisir, kelautan dan budidaya perikanan secara berkelanjutan, produktif, seimbang dan harmoni untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya yang tersedia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan ekonomi daerah/negara. Menyusun dan  mengembangkan manual untuk mendesiminasikan  konsep, sistem  dan teknologi yang dapat diterapkan diberbagai daerah terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan, pesisir, kelautan dan budidaya perikanan berdasarkan pengalaman yang ada di beberapa negara termasuk Indonesia. Serta mengkaji pengalaman dan pengetahuan ilmiah dari PICES yang dapat  diterapkan di Indonesia dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan serta budidaya perikanan secara berkelanjutan, produktif dan seimbang.

Hasil workshop diharapkan  dapat menginspirasi dan memberi semangat baru kepada para stake holder dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara optimal, harmonis, produktif dan berkelanjutan untuk menjamin kesinambungan penyediaan pangan berbasis perikanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah atau negara.

 

Contact person:

  1. International :
  • Dr. Mitsutaku Makino (PICES, FRA-Japan)
  • Prof. Tetsuo Yanagi (Kyushu University, Japan)
  1. BPPT :
  • Dr. Listyani Wijayanti (Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi)
  • Ir. Nenie Yustiningsih, M.Sc, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP)-BPPT
  • Prof. Dr. Ir. Suhendar I Sachoemar, Pengelola Program Sato Umi, GEMPITA-SPL, SFiCoMS-BPPT

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id