Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Lokakarya Biodiesel III Tahun 2013

SIARAN PERS
LOKAKARYA BIODIESEL III TAHUN 2013
“BIODIESEL SEBAGAI ENERGI HIJAU MENUJU KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL“
JAKARTA, AUDITORIUM BPPT, 23 OKTOBER 2013

          Pemerintah melalui kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan komitmen untuk mendorong percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), yaitu melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.25 tahun 2013 yang merupakan perubahan dari Permen ESDM No.32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Peraturan ini mewajibkan peningkatan pemanfaatan biodiesel di sektor transportasi, industri, komersial dan pembangkit listrik. Kewajiban yang mulai dilaksanakan September 2013 ini, hingga akhir tahun ditargetkan dapat menghemat impor BBM jenis solar sebesar 1,3 juta kiloliter dan tahun 2014 sebesar 4,4 juta kiloliter. Perubahan ini juga diikuti oleh sosialisasi pemanfaatan biodiesel sampai B-10 melalui kementerian ESDM.

          Sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dalam bidang riset dan teknologi, BPPT berperan aktif dalam proses pembuatan rangkaian kebijakan tersebut yang kemudian ditindaklanjuti dengan turut serta dalam program sosialisasi, promosi, dan advokasi tentang biodiesel. Realisasi dari pesan yang terkandung dalam Permen Biofuel tersebut menuntut peran aktif BPPT untuk melakukan pengembangan biodiesel yang merupakan bagian dari biofuel secara lebih luas dengan lingkup meliputi budidaya tanaman sumber bahan baku, teknologi proses, produk turunan dan kegunaannya, tata niaga, kebijakan terkait, sampai dengan dampak sosial ekonomi dan lingkungan yang ditimbulkan karena penggunaan energi alternatif biodiesel tersebut. Oleh karena itu, Lokakarya Pengembangan dan Perekayasaan Teknologi Biodiesel ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi dan advokasi sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab profesi BPPT terkait dengan penggunaan dana anggaran kegiatan.

          Lokakarya Biodiesel I tahun 2010 menititik beratkan pada pembahasan kebijakan biodiesel nasional, tinjauan teknologi proses produksi biodiesel generasi I dan pengembangan kontrol kualitas hingga tinjauan operasional oleh para praktisi dan pihak swasta. Teknologi produksi biodiesel termasuk teknologi produksi generasi I, yaitu melalui reaksi esterifikasi dan atau transesterifikasi minyak nabati dengan sejumlah alkohol dan katalis asam/ basa menghasilkan biodiesel (alkil ester) dan produk samping berupa gliserol. Namun demikian, produksi biodiesel untuk generasi I umumnya menggunakan bahan baku yang juga merupakan sumber pangan sehingga seringkali menimbulkan pro dan kontra didalam masyarakat, disamping itu dari sisi kebijakan dan harga jual masih belum kompetitif dibanding minyak solar. Hal lain yang menjadi perhatian adalah teknik dan proses blending biodiesel yang sudah diterapkan pada beberapa SPBU, hasilnya masih memiliki kekurangan dalam kompatibilitasnya pada mesin diesel.

          Lokakarya Biodiesel II tahun 2011 mengambil topik tentang perkembangan rekayasa teknologi biodiesel dari generasi I hingga ke generasi II. Perkembangan teknologi berawal dari biodiesel generasi I, yaitu dengan mengkonversi minyak nabati menjadi biodiesel dengan by product gliserol. Disamping itu juga telah dikembangkan biodiesel melalui jalur hydrotreating yang menjadi bagian dari teknologi biodiesel generasi 1,5, sedangkan biodiesel generasi 2 lebih mengarah kepada pemanfaatan biomasa melalui berbagai proses seperti liquifaksi dan gasifikasi untuk menghasilkan produk seperti bahan bakar diesel, kerosin, dan premium. Perkembangan teknologi produksi biodiesel juga ditinjau dari sisi katalis yang cocok untuk meningkatkan konversi dan selektifitas produk. Rekayasa teknologi produksi biodiesel dibahas dengan mengundang beberapa pembicara yang berasal dari industri, praktisi, peneliti, dan akademisi untuk memaparkan berbagai hal yang telah dan akan dilakukan dalam pengembangan teknologi biodiesel generasi 1, 1,5 dan 2.

          Lokakarya Biodiesel III pada tahun 2013 ini mengambil tema “Biodiesel Sebagai Energi Hijau Menuju Kemandirian Energi Nasional” yang berusaha merajut dan mengkoordinasikan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) untuk duduk bersama membahas Biodiesel dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada. Sesi pertama membahas Kebijakan: Biodiesel dalam Perspektif Kebijakan Energi Nasional (ESDM), Indonesia Menjadi Jawara Energi Dunia (Medco Group), Peran Teknologi dalam Pemanfaatan Biodiesel Indonesia (BPPT), Quo Vadis Biodiesel (Ikabi), Kesiapan dan Strategi dalam Mendukung Kebijakan Penggunaan Biodiesel Terbaru (Aprobi). Sesi kedua membahas Teknis: Potensi Pengembangan Biodiesel (PTPN V), Pengalaman Biodiesel di Area Industri Kelapa Sawit (PT. AAL), Pengalaman Produksi dan Pemanfaatan Biodiesel di Area Pertambangan (PT. Adaro), Biodiesel dipandang dari ‘Kacamata’ Industri Otomotif (Gaikindo), Kebun Energi (BPPT).

          Konsep pembangunan Kebun Energi adalah dengan membuka perkebunan kelapa sawit seluas 10 juta ha (5% luas daratan wilayah NKRI) yang dikhususkan untuk produksi biodiesel. Kebun seluas itu akan menghasilkan 40 juta ton CPO/tahun yang dapat dikonversi menjadi biodiesel sebanyak 44,4 juta kiloliter/tahun atau setara 280 juta barrel/tahun atau 750 ribu barrel/hari. Program ini dilakukan secara bertahap selama 10 tahun sehingga tiap tahun dibuka kebun sawit seluas 1 juta ha sampai terpenuhi total 10 juta ha kebun. Program ini akan menghasilkan lapangan pekerjaan untuk 20 juta orang. Untuk menunjang program energi berkelanjutan di atas, BPPT telah mengembangkan sistem dry washing pada proses pemurnian produksi biodiesel yang menjadikan pabrik lebih ekonomis dan efisien.

          Hasil Lokakarya Biodiesel III 2013 ini diharapkan dapat memberi solusi untuk permasalahan biodiesel dari sisi kebijakan, tataniaga, bahan baku, produksi dan kualitas sehingga dapat mendorong percepatan pemanfaatan biodiesel di sektor transportasi, industri, komersial dan pembangkit listrik sebagai salah satu opsi mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id