Articles

Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama yang bertipe wilayah kepulauan, BPPT  bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas serta didukung kementerian terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal serta Badan Nasional Penanganan Perbatasan (BNPP),  membangun kawasan mina tekno wisata Kabupaten Kepulauan Anambas.  Pembangunan kawasan mina tekno wisata dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem inovasi yang menitikberatkan pada kolaborasi, keterpaduan serta koherensi kebijakan pembangunan.

 

Pendekatan sistem inovasi dikembangkan sebagai alternatif dari pendekatan pembangunan yang selama ini cenderung sektoral, parsial dan terlampau mengandalkan pada eksploitasi warisan kekayaan alam dengan nilai tambah yang rendah.  Melalui pendekatan sistem inovasi diharapkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, sebagai kawasan perbatasan yang masih tertinggal, dapat lebih terintegrasi, terpadu dan lebih  berorientasi pada peningkatan kapasitas pengetahuan sebagai sumber daya pembangunannya (knowlegde base economy).

 

Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki beberapa potensi sumber daya alam yang sangat besar, yakni sumber daya migas, sumber daya kelautan berupa perikanan laut dan potensi pariwisata. Bahkan survey CNN tahun 2011 menyatakan bahwa Pantai di wilayah ini merupakan pantai terindah di Asia  terutama berkaitan dengan ekosistemnya yang masih sangat baik. Potensi besar ini perlu dikelola dengan cerdas guna menghindari kerusakan ekosistem wilayah yang menjadi keuunggulan utama Kabupaten Kepulauan Anambas. Prinsip-prinsip pembangunan hijau(green development) perlu diterapkan dalam pengelolaan sumber daya wilayah guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

 

Untuk mendukung implementasi pendekatan pembangunan tersebut,  BPPT melaksanakan inisiatif strategis penguatan sistem inovasi di Kabupaten Kepulauan Anambas melalui 5 (lima) wahana atau kegiatan  utama, yakni penguatan  sistem inovasi daerah,  pengembangan klaster industri, pengembangan jaringan inovasi, pengembangan teknoprener dan pengembangan pilar tematik. Penguatan Sistem Inovasi Daerah merupakan wahana untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkembangan kreativitas-keinovasian di tingkat daerah, di mana penguatan sistem inovasi daerah merupakan bagian integral dari penguatan sistem inovasi nasional.

 

 

 

Pengembangan Klaster Industri merupakan  wahana untuk mengembangkan potensi terbaik & meningkatkan daya saing industrial.Pengembangan Jaringan Inovasi merupakan wahana untuk membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran.Pengembangan Teknoprener merupakan wahana modernisasi bisnis/ekonomi & sosial, serta mengembangkan budaya inovasi.Penguatan Pilar-pilar Tematik merupakan wahana memperbaiki elemen-elemen penguatan sistem yang bersifat tematik dan kontekstual.

 

Sebagai salah satu rangkaian pelaksanaan prakarsa strategis tersebut, dilaksanakan kegiatan Capacity Building dan Workshop  Prakarsa Strategis Penguatan Sistem Inovasi  di Kabupaten Kepulauan Anambas pada tanggal 23-25 Mei 2012 di BPPT.  Kegiatan  ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahamann sekaligus merumuskan konsep roadmap dan rencana tindak   pelaksanaan prakarsa  penguatan sistem inovasi  di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta utama dari  jajaran Pemeritahan Kabupaten Kepulauan Anambas (Bupati dan SKPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, beberapa mitra daerah BPPT,  kementerian terkait dan Unit-unit teknis di BPPT.  Kegiatan akan diawali dengan   Capacity Buildingselama 2(dua) hari dan diakhiri dengan workshop pada hari ketiga.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan diperoleh  suatu kesepahaman, kesepakatan dan kebersamaan  langkah dalam mengembangkan kapasitas inovatif  Kabupaten Kepulauan Anambas. Upaya yang dibangun bersama ini, pada saatnya diharapkan akan  mampu menempatkan Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai  salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan perbatasan negara sekaligus menjadi praktik baik pengembangan kawasan perbatasan di Indonesia.

Berbagi

FacebookTwitterLinkedinRSS Feed