Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kata Pengantar dari Deputi TPSA

 

Sumberdaya alam yang beragam dan melimpah, serta penguasaan teknologi kebumian adalah kombinasi menuju kesejahteraan.

Tugas BPPT - TPSA dalam hal ini adalah menguasai teknologi pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, serta pengurangan risiko bencana agar wilayah Indonesia yang kaya, dinamis, strategis, tapi rawan bencana ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia dan dunia. Selama ini, praktek pengelolaan sumberdaya alam kita adalah tebang, gali, tangkap, lalu jual. Praktek ini tentulah tidak maksimal, tidak lestari, rawan terhadap perusakan lingkungan, serta dapat menimbulkan bencana.

Contoh nyata adalah pengalaman kita mengelola minyak bumi. Ternyata kita hanya berjaya dalam jangka waktu 20 tahun sebagai eksportir. Setelah itu, kini kita terpuruk. Belum lagi hutan yang menggundul dimana-mana akibat batubara yang akhir-akhir ini dikuras habis dan diekspor tanpa diolah. Mineral-mineral pun demikian pula halnya.

Sementara itu, gempa, tsunami, banjir, longsor, kebakaran hutan makin marak terjadi. Ancaman ini telah mengurangi laju pembangunan Indonesia dalam dekade terakhir. Harus ada cara untuk melindungi masyarakat kita. Konsep dan wacana saja tidak cukup. Kita perlu kerja nyata menghasilkan produk yang dapat mengurangi risiko bencana.

Singkat kata, TPSA harus menghasilkan produk teknologi untuk memaksimalkan hasil guna sumberdaya alam secara berkelanjutan; serta mengurangi risiko bencana bagi masyarakat.

 

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam

 

Prof. Ir. Wimpie Agoeng Noegroho A, MSCE, Ph.D

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id