Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PERKUAT EKONOMI KERAKYATAN MELALUI UMKM

PI-UMKM merupakan model ekonomi kerakyatan yang strategis dan senantiasa mengembangkan kreativitas usaha, sehingga terciptanya terobosan-terobosan baru untuk pengembangan dan peningkatan daya saing dan mampu menyediakan lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja, dan pendistribusian hasil-hasil inovasi.

‚Tahun 2010 PI-UMKM memasuki tahun kerja yang kedua, pelaksanaannya menentukan 3 bidang prioritas yaitu pertama pemberian insentif kepada Lembaga Intermediasi (LI) dalam rangka pengembangan di daerah yaitu UMKM yg inovatif dan berbasis teknologi, kedua, penanganan nilai komunitas, misalnya program indstri kreatif di Yogyakarta dan rumput laut di Sumatera, dan ketiga, penanganan berdasarkan kawasan, yaitu inkubator, market place dan technopark‚, ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Keebijakan Teknologi sekaligus Ketua Pelaksana PI-UMKM, Utama H Padmadinata, pada acara Workshop Pembekalan Intermediasi Dalam Rangka Program Insentif PI-UMKM Untuk Penumbuhkembangan Lembaga Intermediasi di Ruang Komisi III, Gedung 2 BPPT (18/03).

Untuk menunjang ketiga kegiatan tersebut maka PI-UMKM menyiapkan database yang berisi informasi- informasi yang tersedia di dalam Portal UMKM, sehingga LI dapat memanfaatkan informasi di portal untuk mendapatkan informasi yang diperlukan seperti informasi akses pasar dan pendapatan permodalan.

Dalam memajukan UMKM, Utama melihat bahwa pada dasarnya, peran Pemerintah Daerah (Pemda) mempunyai peran penting untuk kemajuan perkembangan UMKM di daerah. Oleh karena itu LI harus dapat melakukan koordinasi dengan Pemda dan Pemda harus turut lebih berkontribusi didalamnya, jadi harus adanya keterpaduan antara program dengan Pemda.

PI-UMKM bertujuan untuk meningkatkan kinerja usaha sehingga memiliki daya saing lebih tinggi. ‚Kenyatannya Kinerja Sistem Inovasi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN secara umum masih rendah (WEF 2008, dll), sehingga diperlukan upaya nyata untuk meningkatkan kinerja Sistem Inovasi Nasional dalam sistem pembangunan nasional. Penerapan Sistem Inovasi Nasional sebagai determinant daya saing bangsa, sehingga perlu dipahami sebagai langkah awal menuju Ekonomi Berbasis Pengetahuan (EBP)‚, kata Chief Engineer PI-UMKM, Totok H Wibowo.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), Asril Fitri Syamas, menjelaskan tiga kriteria keberhasilan dari program insentif PI-UMKM, pertama, program insentif PI-UMKM yaitu LI berhasil melaksanakan kegiatan sesuai rencana dan mencapai target seperti yang direncanakan, kedua, Lembaga Intermediasi, yaitu peningkatan kemampuan usaha, bertambahnya kuantitas dan kualitas produk peningkatan pangsa pasar yang ada atau segmen pasar baru dan perolehan penambahan modal investasi dan modal kerja. Ketiga, UMKM yaitu Peningkatan kemampuan produksi, peningkatan jumlah tenaga kerja, peningkatan nilai penjualan dan peningkatan laba usaha.

Pada acara workshop tersebut dilakukan pula penandatanganan dan penyerahan perjanjian kerjasama Program insentif PI-UMKM 2010 secara simbolis, yang diwakilkan oleh LI dari Aceh dan I-cell dari Surakarta. (KYRA/humas)



FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id