Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Dampingi Kota Probolinggo Menuju Kota Hijau (Green City)

Perkotaan sebagai habitat buatan manusia dengan segala aktvitasnya memiliki berbagai permasalahan, mulai dari limbah, ruang terbuka hijau, kependudukan, transportasi, energi, air, dan lainnya. Permasalahan itu merupakan buah dari pembangunan konvensional. Untuk itu, pembangunan sebuah kota harus diubah paradigmanya menjadi pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui penerapan konsep kota hijau (green city).

Untuk mewujudkan konsep kota hijau tersebut, BPPT dan Pemerintah Kota Probolinggo menjalin Penandatanganan Kesepakatan Bersama dalam "Pengkajian, Penerapan, dan Pemasyarakatan Teknologi untuk Mendukung Pembangunan Daerah Kota Probolinggo" pada tanggal 11 April 2014 di Gedung BPPT, Jakarta.

 

Deputi Kepala Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Tatang A. Taufik, mengatakan BPPT terus mendukung pembangunan di daerah-daerah otonomi sesuai dengan Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kerjasama dengan daerah otonomi ini bertujuan agar daerah tersebut menjadi lebih cerdas dalam pemanfaatan teknologi.

"Inisiatif kerjasama antara BPPT dan Pemerintah Kota Probolinggo dalam rangka pengembangan teknologi yang terkait dengan pengelolaan lingkungan perkotaan adalah sesuatu yang sangat baik. Saya sangat berharap kerjasama ini dapat menjadikan Kota Probolinggo menjadi daerah yang sukses dalam penerapan teknologi lingkungan," kata Tatang, (11/4).

Ditempat yang sama, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Joko Prayitno Susanto, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan Pemkot Probolinggo ini bukan untuk yang pertama kalinya, tapi sudah dilakukan sejak tahun 2008 yang lalu. Pada waktu itu kerjasama BPPT dengan Pemkot Probolinggo diawali dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan sampah.

"Sejak tahun 2008 lalu, BPPT dan Pemkot Probolinggo sudah sering bertukar informasi dalam hal mengoptimalkan pengelolaan lingkungan.  Di tahun 2014 ini, kerjasama BPPT dan Pemkot Probolinggo difokuskan pada pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi pengembangan dan penerapan teknologi pengelolaan limbah cair dan padat, konservasi mangrove, serta pengembangan kota hijau," kata Joko.

Joko menjelaskan, kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi pengelolaan limbah cair akan dilaksanakan berupa revitalisasi instalasi pengolahan air lindi TPA. Sedangkan untuk limbah padat akan meliputi perancangan dan pembangunan TPA sanitary landfill, pengembangan biogas limbah ternak, industri tahu, serta pemurnian biogas dan penabungannya.

"Dengan dilakukannya Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini saya berharap Pemkot Probolinggo akan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk pembangunan kota yang lebih baik lagi," ujar Joko.

Senada dengan Joko, Walikota Probolinggo Rukmini, menyampaikan kerjasama dengan BPPT ini untuk mewujudkan visi dan misi Kota Probolinggo yakni melakukan pembangunan dengan diiringi perbaikan lingkungan dan pemanfaatan teknologi.

"Dari kerjasama ini saya berharap Pemkot Probolinggo dapat mengembangkan kapasitas masyarakatnya dalam hal menjaga lingkungan dengan penggunaan teknologi. Dengan begitu, maka pembangunan di Kota Probolinggo akan semakin cepat dan maju. Saya juga berharap kerjasama dengan BPPT akan terus berkelanjutan, sehingga Pemkot Probolinggo dapat terus mendapat bimbingan mengenai pengkajian dan penerapan teknologi," tutup Rukmini. (tw/SYRA/Humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id