Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Dr. Unggul Priyanto Hari Ini Resmi Dilantik Menjadi Kepala BPPT

Genap empat tahun sudah, Unggul Priyanto menduduki jabatan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM). Di bawah kepemimpinannya, Kedeputian TIEM menghasilkan produk kerekayasaan yang diakui baik oleh kalangan industri, masyarakat maupun pemerintah. Empat tahun berselang, pria kelahiran Malang ini kembali mendapatkan amanah yang luar biasa, menjadi Kepala BPPT menggantikan Marzan A. Iskandar yang telah selesai masa baktinya.

 

Berlatar belakang strata 1 ilmu Chemical Enginering  (teknik kimia) di Institut Teknologi Bandung.  Unggul mulai menapaki karier di BPPT sejak 1986 silam. Bidang energi menjadi bagian dari tugas pertamanya, mulai dari pemanfaatan batubara banko hingga pengembangan energi terbarukan. Ia kemudian meraih gelar master pada bidang yang sama di University of Leeds, Inggris. Tidak cepat berpuas diri, Unggul kemudian mengambil gelar Doktoral  bidang Teknologi Material di Kyushu University, Fukuoka, Jepang.
 
Setelah secara resmi menduduki posisi sebagai kepala BPPT, Unggul merencanakan melakukan beberapa langkah strategis dalam tujuannya mendorong BPPT lebih berkarya untuk kepentingan masyarakat banyak. Dirinya memandang, apabila mengacu kepada dinamika global ada tiga hal yang menjadi dasar kebutuhan manusia, yaitu pangan, energi dan air. Ketiga hal tersebut, jelasnya merupakan kebutuhan dasar manusia. Jika kekurangan tiga hal tersebut akan mengancam ketahanan nasional, baik dalam pembangunan dan ekonomi.
 
Dari hal tersebut, Unggul lantas menyoroti masalah energi, khususnya kelistrikan dan substitusi BBM. Berbicara mengenai teknologi kelistrikan, ia menilai kebutuhan listrik di Indonesia sudah tidak berimbang antara supply dan demand nya. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan listrik dalam negeri tidak sebanding dengan konsumsi masyarakat. Untuk itu, dia akan membawa BPPT menjadi lebih berperan dalam memberikan solusi dan rekomendasi agar Indonesia lebih berdaya dalam ketersediaan listrik.
 
Sedangkan mengenai substitusi BBM, menurutnya impor BBM menjadi salah satu penyebab tertekannya nilai tukar rupiah. Untuk itu, Unggul lebih memilih untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti gas dan minyak sawit sebagai pengganti BBM. Peran BPPT di sini adalah menyediakan teknologi untuk mendukung termanfaatkannya energi terbarukan tersebut.
 

Unggul mengatakan kedepannya ia berharap BPPT akan dapat lebih dirasakan perannya dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, BPPT akan mengutamakan pelayanan teknologi, pembuatan prototipe, dan konsultasi terkait pemilihan teknologi . Intinya, peran BPPT harus lebih dirasakan oleh stakeholder terkait, yakni kalangan akademisi, industri dan instansi pemerintah lainnya. (Humas BPPT)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id