Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Indroyono Soesilo:  Proyek Nasional Harus Miliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang Tinggi

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan Gelar Perekayasa Utama Kehormatan Tahun 2016 untuk Bidang Teknologi Maritim kepada Prof. Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc atau yang lebih akrab dipanggil Indroyono Soesilo. Prosesi Pengukuhan Indroyono Soesilo sebagai Perekayasa Utama Kehormatan ini dilaksanakan di Auditorium BPPT, Jakarta, (3/8).

 

Usai dikukuhkan, Indroyono menuturkan bahwa gelar Perekayasa Utama Kehormatan yang diraihnya harus dipertanggungjawabkan, dengan terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi untuk kemajuan Indonesia. 

“Proyek-proyek besar di Indonesia yang mengandalkan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) dan inovasi harus miliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Aspek teknologi nya pun harus dikuasai tenaga ahli dalam negeri,” ungkap Indroyono di depan awak media.

 

 

 

Lebih lanjut dikatakan Indroyono bahwa perkembangan Iptek dan inovasi, bersifat jangka panjang dan memerlukan perlindungan dari pemerintah. Hal tersebut, menurutnya, sudah tertuang di UU No 18 Tahun 2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian dan Pengembangan.

 

"Kita harus sepakat tanpa iptek dan inovasi serta sumber daya manusia unggul negara tidak akan maju," tegasnya.

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Kabinet Kerja periode Oktober 2014 hingga Agustus 2015 ini lantas mencontohkan, dalam proyek nasional pembangkit listrik 35.000 MW, rancang bangun dan desainnya harus dibuat ahli di Indonesia bukan malah didesain oleh ahli luar negeri. Bahkan, komponen pembangkit listrik seperti boiler dan turbin, Indonesia sudah bisa membuatnya.

 

Terkait sektor industri kemaritiman seperti pembangunan pelabuhan dan tol laut, Indroyono menyebut TKDN-nya juga harus lebih dari 40 persen. “Para ahli di Indonesia sesungguhnya telah mampu membuat rancang bangunnya. Manfaatkan ahli-ahli di dalam negeri, jangan malah pakai konsultan asing,” cetusnya.

 

Di sektor perikanan, eks Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur FAO-PBB ini mengatakan teknologi juga berperan penting untuk mengetahui sebaran dan stok ikan. Untuk perikanan budidaya, teknologi penting untuk membuat bibit secara bioteknologi, pakan, keramba jaring apung, dan vaksin.

 

Hanya saja memang, Iptek dan inovasi ini, kata Indroyono, terlihat dari luar tergolong lamban. Padahal,  Iptek dan inovasi itu membutuhkan waktu untuk menjadi sebuah karya dan dimanfaatkan oleh publik. “Yang paling penting, penerapan Iptek harus mengacu pada kebutuhan pasar. Jangan sampai rekayasa teknologi malah tidak sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id