Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

"Mubazir Bila Hanya Kabupaten Bantaeng Yang Manfaatkan Teknologi BPPT"

Bupati Bantaeng (jas hitam) dengan bangga menunjukkan Talas Safira hasil UKM Kab. Bantaeng binaan BPPT kepada Kepala BPPT (batik coklat). Sebagai informasi, perbanyakan bibit Talas Safira ini menggunakan teknologi ex-vitro BPPT, dimana kualitas bibit yang dihasilkan sudah pasti sama dengan indukan. 27-01-2017. (Humas BPPT - SAS)

bppt.go.id Bantaeng, Sulawesi Selatan - Menginjak tahun ke delapan sejak dimulainya kerjasama Kabupaten Bantaeng dan BPPT, Kabupaten Bantaeng semakin berkembang menjadi daerah yang maju.

 

Berangkat dari APBD hanya sebesar 261 milyar, Kabupaten Bantaeng kini menjelma menjadi exportir talas safira ke Jepang.


 

"Delapan tahun lalu, kami termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Kini alhamdulillah petani kami bisa dikatakan berkecukupan. Bahkan jemaah umroh terbesar di Sulawesi Selatan itu berasal dari sini," terang Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng, di Ruang Pola Pusat Pemerintahan Kabupaten Bantaeng, Jumat (27/01).

 

Nurdin mengakui, semua kemajuan yang ada di Bantaeng tidak lepas dari peran pendampingan BPPT. Baginya, BPPT mempuyai makna tersendiri bagi Bantaeng.

 

"Saya pribadi berhutang budi kepada BPPT atas kepercayaannya kepada kami. Sejak awal saya sudah tekankan kepada teman-teman disini, kalau kita ingin maju kita harus bermitra. Alhamdulillah BPPT terus setia dengan sabar mendampingi kami. Saya harap tidak hanya Bantaeng saja yang memanfaatkan teknologi BPPT, tapi juga daerah lainnya. Mubazir," ucap Nurdin.

 

Kepala BPPT, Unggul Priyanto, menegaskan bahwa Bantaeng menjadi maju karena kerja keras Pemerintah Daerah Bantaeng sendiri. "Faktor utama dari keberhasilan suatu technopark adalah kemauan dan kerja keras daerah, BPPT hanya mendampingi," ucapnya.

 

Ditambahkannya, Technopark Bantaeng merupakan salah satu dari tiga technopark yang masuk dalam prioritas pemerintah.

 

"Program Technopark secara detil dipantau oleh Kantor Staf Presiden. BPPT diminta memilih tiga dari sembilan technopark yang ditugaskan ke BPPT. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, Technopark Bantaeng masuk dalam tiga besar," jelas Unggul.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BPPT, Soni Solistia Wirawan menyerahkan secara resmi peralatan pilot project teknologi pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang secara langsung di terima Bupati Bantaeng.

 

Dalam lawatannya, Kepala BPPT bersama Bupati Bantaeng juga meresmikan Kantor Technopark Bantaeng. Kantor ini nantinya akan menjadi pusat inkubasi para pengusaha yang menjadi mitra technopark.

 

"Yang terpenting bukan peresmiannya, tapi bagaimana keberadaan kantor ini membawa manfaat dan sesuai fungsinya," tandas Unggul. (Humas/HMP)

 

Pewarta / Editor : YWAP

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id