Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT BERIKAN REKOMENDASI TEKNOLOGI PADA KONGRES TEKNOLOGI NASIONAL 2017

Negara-negara didunia menaruh perhatian yang besar pada strategik untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya, terutama dalam menghadapi persaingan global seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), demikan kata Kepala BPPT Unggul Priyanto pada pembukaan acara Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2017 di BPPT, (17/07). KTN merupakan forum pertemuan para pemangku kepentingan strategis baik dari kalangan pemerintah, BUMN, Industri, Swasta maupun praktisi nasional dan internasional.

 

 

Masih lemahnya peran dan eksistensi inovasi teknologi dalam mendukung perkembangan industri nasional, pada hakikatnya menurut Unggul tidak terlepas dari permasalahan Sistem Regulasi Teknologi Nasional dan hubungan kemitraan dengan industri terkait.

 

Permasalahan lain lanjut Unggul, yaitu sistem penelitian, pengembangan dan penerapan iptek dalam bingkai ekonomi berlandaskan IPTEK (Knowledge Based Economy) belum terimplementasi dengan baik dalam sektor industri. Demikian halnya penerapan dan penguasaan teknologi dalam mengatasi rendahnya daya saing produk masih terbatas, ungkap Unggul.

 

Bidang teknologi kesehatan merupakan bidang yang cukup unik. Karena, untuk dapat menerapkan setiap temuan produk baru (nutriceuticals, obat, vaksin maupun alat kesehatan) diperlukan adanya kajian manfaat dan keamanan yang bertahap dan berjenjang, papar Unggul.

 

Hal ini menurut Unggul membutuhkan investasi, tenaga, waktu dan biaya yang cukup besar. Bahkan karena menyangkut keselamatan untuk keperluan manusia diperlukan adanya post marketing surveillance dan adanya factor LSI (ethical, legal, social impact) yang juga harus diperhatikan.

 

Terkait bidang TIK Unggul menambahkan, permasalahan yang sangat menguras perhatian kita akhir-akhir ini adalah masalah keamanan data dan infrastruktur kritis disebabkan oleh ancaman kriminal siber (cyber crime).

 

Lanjut Unggul, BPPT mengantisipasi masalah ini dengan melakukan inovasi dibidang teknologi keamanan informasi dan pengamanan infrastruktur seperti bermitra dengan pihak industri maupun lembaga litbang lainnya. Untuk itu, BPPT dan lembaga pemerintah lainnya serta industri harus membangun ekosistem nasional untuk memperkuat dan mempercepat pemanfaatan inovasi dalam negeri, yang mencakup aspek kebijakan, teknologi, rantai nilai, pembiayaan, pasar maupun tenaga ahli, jelas Unggul.

 

Untuk bidang transportasi, Unggul mengungkapkan permasalahan yang dihadapi terkait transportasi adalah kecepatan, volume dan keselamatan yang berdampak pada biaya tinggi dalam logistik dan perpindahan orang. Penerapan teknologi berupa transportasi masal dan terintegrasi intermoda sangat mendesak dilakukan.

 

Tantangan ada pada ketersediaan sarana dan prasarana, BPPT menurut Unggul akan mendorong inovasi yang dapat memberikan kontribusi langsung dalam pemecahan masalah tersebut, terang Unggul.

 

Diakhir sambutannya Unggul menyampaikan tujuan diselenggarakannya KTN ini adalah untuk memberikan rekomendasi teknologi yang diperlukan untuk memperkuat peran dan eksistensi teknologi dalam mendukung pengembangan industri nasional, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam program Nawacita dan RPJMN Tahap II 2015-2019.

 

Semoga kongres Teknologi Nasional kali ini mampu meberikan gambaran, rumusan, pijakan dan rumusan langkah-langkah pembangunan ekonomi selanjutnya terutama terkait bidang kesehatan, trnasportasi, informatika dan telekomunikasi, tutup Unggul. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id