Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kongres Teknologi Nasional 2017 Resmi Ditutup, Kepala BPPT: Hasilnya untuk Tingkatkan Daya Saing dan Percepatan Pembangunan Indonesia

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi telah selesai helat Kongres Teknologi Nasional (KTN 2017) yang berlangsung di kantor BPPT, 17-19 Juli 2017. Kepala BPPT, Unggul Priyanto dalam pidatonya menyebut  bahwa KTN 2017 ini  fokus membahas  3 (tiga) bidang teknologi, yakni Teknologi Kesehatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Teknologi Transportasi.

 

“KTN 2017 ini memiliki tujuan penting guna menyiapkan Rekomendasi Teknologi dalam rangka mendukung percepatan pembangunan nasional,  peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa serta industri nasional, melalui inovasi dan layanan teknologi sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Agenda Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015-2019,” papar Unggul  di Auditorium BPPT, Jakarta (19/7).

 

Rekomendasi yang dihasilkan, lanjutnya, adalah buah dari pemaparan dan diskusi yang intensif dan produktif  selama tiga hari pelaksanaan KTN.  Rekomendasi teknologi ini kata Unggul juga merupakan intisari dari berbagai permasalahan, pemikiran, dan tawaran solusi yang sesuai dengan situasi dan tantangan terkini.

 

“Rekomendasi yang juga tengah menjadi isu aktual adalah pada bidang teknologi transportasi, yakni dalam pembangunan sarana kereta api dan logistik nasional. Rekomendasi bidang transportasi menghasilkan tiga poin yaitu, kebijakan konektivitas dan logistik nasional, kebijakan pengembangan dan inovasi teknologi perkeretaapian dan transportasi perkotaan,”  tutur Unggul di hadapan Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu yang juga turut mengikuti Rangkaian Penutupan KTN 2017.

 

Disampaikan Kepala BPPT kebijakan konektivitas dan logistik nasional mencangkup pengalihan beban transportasi darat ke transportasi laut dengan target menjadi 20 persen pada 2030. Untuk kebijakan pengembangan perkeretaapian mendorong agar peningkatan kapasitas dan kecepatan kereta api Jakarta-Surabaya sebagai angkutan barang untuk mengurangi beban jalan raya.

 

"Begitu pula transportasi jalan ke kereta api dengan target menjadi 11 hingga 13 persen untuk angkutan penumpang dan 14 sampai 17 persen untuk angkutan barang tahun 2030," katanya.

 

Terkait kebijakan transportasi perkotaan KTN merekomendasi  untuk menata dan mengatasi kemacetan lalu lintas di perkotaan dengan meningkatkan angkutan umum pada 2025 sebesar 30 persen. Selain itu, untuk mengurangi emisi gas buang di perkotaan, dengan dilakukan pengembangan teknologi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan berbasis bahan bakar diesel ramah lingkungan, green gasoline, hybrid, listrik dan teknologi gas dan biofuel.

 

"Termasuk penerapan teknologi Intelligent Transportasi System (ITS) untuk manajemen lalu lintas dalam mengurangi kepadatan lalu lintas," jelasnya.

 

 

Rekomendasi Bidang Kesehatan dan TIK/ICT

Bidang teknologi kesehatan sebut Unggul  merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan nasional. Untuk itu forum KTN 2017 menilai perlu adanya penguatan industri farmasi dan alat kesehatan nasional yang integratif dan mampu mewujudkan kemandirian obat serta alat kesehatan nasional.

 

"Perlu digarisbawahi bahwa teknologi merupakan faktor yang sangat penting, untuk mendukung penguatan dan percepatan kemandirian serta daya saing industri farmasi dan alat kesehatan,"  ujarnya.

 

Poin penting lain yang dihasilkan komisi teknologi kesehatan di antaranya, industri farmasi dan alat kesehatan nasional sudah saatnya bertransformasi menuju industri yang mengedepankan riset dan inovasi teknologi. Kemudian, industri bahan baku obat dan alat kesehatan yang sangat penting untuk dikembangkan dalam memperkuat struktur farmasi dan alat kesehatan nasional. "Soal infrastruktur riset dan inovasi serta dukungan kebijakan dan regulasi operasional," katanya.

 

Selanjutnya, menyoal bidang teknologi informasi dan komunikasi, forum KTN 2017 memberi rekomendasi  penguatan peran serta tugas pokok dan fungsi  dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk koordinasi dan harmonisasi solusi keamanan siber.  "Mengembangkan inovasi teknologi keamanan siber sebagai salah satu pondasi yang perlu dibangun di era pentingnya masalah keamanan informasi dalam menjaga kedaulatan negara," tegas Unggul.

 

Semoga hasil rekomendasi  KTN 2017 ini akan mampu mengangkat bangsa kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Indonesia.  “Apabila rekomendasi ini ditindaklanjuti secara kongkrit, diharapkan dapat memberikan solusi yang signifikan bagi percepatan pembangunan nasional,” pungkas Unggul. (Humas-HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id