Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

KETAHANAN PANGAN PERLU DIDUKUNG SENTUHAN IPTEK

Tuntutan atas pemerataan dan keadilan dalam bidang pangan, merupakan hak asasi manusia yang harus ditingkatkan dalam perdagangan domestik dan internasional yang transparan. Selain itu, penanganan rawan pangan harus diatasi dengan cepat. Pembangunan ketahanan pangan kedepan nanti pun akan menghadapi berbagai tantangan baik itu disebabkan oleh pengaruh alam seperti adanya perubahan iklim, hama penyakit, dan perubahan kebijakan pangan dari beberapa negara penghasil pangan seperti Brazil dan Uni Eropa yang mengeluarkan kebijakan melarang ekspor pangan ke negara lain karena dipergunakan sebagai bahan bakar (biofuel).

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Sulawesi Selatan mempunyai potensi untuk pengembangan pangan lokal yang ditunjang oleh iklim dan agroekosistem yang memadai. Disisi lain, banyak bahan pangan alternatif di daerah yang belum mendapatkan sentuhan teknologi, baik teknologi budidaya, maupun teknologi pengolahan pangan. Terkait hal ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta Pemerintah Kabupaten Bone sepakat untuk bekerjasama.

‚Kami mendorong kerjasama ini sebagai satu kebijakan dari BPPT. Mudah-mudahan bisa di realisasikan dan berjalan dengan baik. Kerjasama ini juga merupakan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, yakni pembangunan Agrotechnopark di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan,‚ demikian antara lain disampaikan Kepala BPPT Marzan A. Iskandar dalam Penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bone dan BPPT, di Makassar (22/12).

Bicara mengenai ketahanan pangan tidak hanya mencakup ketersediaan pangan saja, yang penting adalah kemampuan untuk mengakses (membeli) pangan dan tidak terjadinya ketergantungan pangan pada pihak manapun. Oleh sebab itu, diperlukannya diversifikasi pola konsumsi pangan untuk meminimalisir ketergantungan pangan terhadap produk tertentu. ‚Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan salah satu langkah didalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan nasional. Proses pengembangan konsumsi pangan perlu diarahkan agar kita tidak tergantung kepada satu jenis pangan saja, tetapi memanfaatkan bermacam-macam bahan pangan. Banyak bahan pangan lokal di Sulawesi Selatan yang dapat dijadikan pangan alternatif, antara lain seperti sukun, sagu, ubi jalar, ubi kyu, dan talas,‚ ujar Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang.

Penandatangan kerjasama yang dilakukan BPPT ini pun sangat penting untuk menunjang kemandirian pangan di Sulawesi Selatan, dalam menunjang kemandirian pangan di Sulawesi Selatan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Penandatanganan MoU ini didasari dari program kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan BPPT yang telah berjalan sebelumnya. ‚Kerjasama ini adalah dalam rangka pembangunan pertanian terpadu yang ramah lingkungan, yang berfokus pada pengolahan limbah pertanian yang ramah lingkungan sehingga menjadi hal yang bermanfaat bagi sistem pertanian terpadu,‚ ujar Muhammad Kasim Alwi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Sulawesi Selatan di kesempatan yang sama.

Pengembangan pangan lokal seperti sukun di Kabupaten Bone merupakan langkah awal kerjasama antara BPPT dengan Sulawesi Selatan, kedepan nanti diharapkan bisa berlanjut dengan perekayasaan teknologi lain dan dikerjasamakan dengan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Dalam acara ini, Kepala BPPT juga menyampaikan hasil perekayasaan di berbagai bidang lainnya semisal di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dimana BPPT bekerjasama dengan Pemkab Jembrana, Bali, yang berhasil membangun e-government yang telah meningkat menjadi e-development. Hasilnya, masyarakat setempat telah merasakan manfaat dari pengembangan TIK ini. ‚Bahkan di Jembrana telah berhasil dilakukan pemilihan lurah secara elektronik (e-voting), hasil pemilihan sudah keluar dalam dua jam dan manipulasi data dapat diminimalisir‚, kata Kepala BPPT.

Selain di bidang TIK, BPPT telah banyak menghasilkan perekayasaan lainnya, sebut saja pengembangan pupuk organik dan bio fertilizer, teknologi listrik arus laut, pembangkit listrik tenaga surya, biofuel, biodiesel, pengembangan obat herbal, dan berbagai bidang lainnya. ‚Banyak potensi dan kerjasama yang bisa dilaksanakan. Sebagai tindak lanjut dari MoU ini diharapkan diadakan sebuah pertemuan untuk membahas kerjasama lainnya yang mungkin bisa dilakukan, dan semoga MoU ini bisa segera ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata‚ tutup Marzan. (SP/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id