Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PELATIHAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

Dalam rangka pelatihan rutin tahunan, untuk penyegaran dan peningkatan kesigapan dari para Relawan Peran Lantai BPPT dalam penanggulangan bencana dan bahaya kebakaran, bagian Rumah Tangga BPPT mengadakan Rapat Konsolidasi dan Pelatihan Rutin, kamis (11/11).

 

Pelatihan ini harus ada setiap tahun, dan kali ini merupakan kali ketiga dilaksanaka. Hal ini penting karena merupakan cara kita untuk meningkatkan dan memperbaiki kemampuan relawan peran lantai khususya dan jajarannya, ungkap Kepala Biro Umum dan Humas (BUH) BPPT, Hamir Hamzah dalam sambutannya pada rapat konsolidasi dan pelatihan rutin penanggulangan bahaya, evakuasi dan K 3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja).

Lebih lanjut Hamir mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa, Efek yang diakibatkan goncangan gempa dapat menimbulkan konsletnya kabel atau aliran listrik gedung, hal inilah yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Maka disinilah perlu kita tingkatkan, kita update lagi proses penanggulangan bahaya kebakaran dan keadaan tanggap darurat bila terjadi keadaan yang tidak kita inginkan.

Senada dengan Kepala BUH, Kepala bagian Rumah Tangga BPPT, M. Sudiono mengatakan bahwa acara tersebut digagas setiap tahunnya supaya para rekan Relawan Peran Lantai dan rekan outsourcing terus dapat mengupdate dan mengimprove diri dalam rangka untuk menyikapi hal yang tidak diinginkan atau semacam tanggap darurat.

Kami turut mengajak rekan outsourcing karena apabila jam kantor selesai, maka keselamatan dan operasional gedung ini dilanjutkan oleh mereka, sehingga rekan-rekan ini perlu juga diimprove pengetahuannya mengenai bahaya kebakaran atau evakuasi dalam keadaan darurat, lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Instruktur Dinas Pemadam Kebakaran, Yan Saiyan dalam paparannya menjelaskan bahwa kebakaran itu bukanlah suatu musibah melainkan suatu resiko dari nyala api yang tidak kita inginkan, tidak terkendali dan dapat mengakibatkan kerugian baik harta, benda dan jiwa.

Oleh karena itu, ada hal yang harus diperhatikan bila terjadi suatu kebakaran. Pertama dalam waktu dua menit kita harus tanggap dan mampu mendeteksi keberadaan kebakaran, baik itu dari percikan api, bau gosong, dan sebagainnya. Kedua dua setengah menit berikutnya kita harus berupaya melakukan tindakan atau melakukan pemadaman. Bila kedua tahapan tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka kebakaran besar tidak akan terjadi, tegasnya.

Terkait dengan masalah kebakaran, menurut Yan Saiyan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila terjadi kebakaran. Dantaran yaitu evakuasi. Yang perlu diperhatikan dalam evakuasi adalah jangan panik, tutup pintu sebelum meninggalkan tempat kemudian beri tanda, jangan menggunakan lift, gunakan tangga darurat dan hindari penggunaan sepatu berhak tinggi.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sesi, yang pertama penyegaran teori teknik pemadaman, kedua teknik evakuasi, ketiga praktek penggunaan APAR ( Alat Pemadam Api Ringan) dan Hidrant. (TRYA/humas)


FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id