Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

DUKUNGAN TEKNOLOGI BPPT DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI PUPUK NASIONAL

BPPT mempunyai komitmen yang jelas dalam mendukung industri di tanah air. Dan di beberapa kesempatan, BPPT selalu berupaya mendayagunakan kemampuan nasional dengan tetap menjamin kualitas dari pekerjaan. Oleh karena itulah, BPPT selalu membuka peluang kerjasama dengan industri di berbagai sektor.

Hal demikian dikatakan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar saat acara Penandatangan Kesepakatan Bersama antara BPPT dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur mengenai Pengkajian dan Evaluasi Peralatan Pabrik, Pengembangan Produk dan Pemilihan Industri Manufaktur PT. Pupuk Kalimantan Timur, di BPPT, Selasa (13/9).

Melalui MoU ini, lanjutnya, diharapkan dapat semakin mempererat kolaborasi kerjasama antara BPPT dengan mitra yaitu Pupuk Kaltim. Selain itu, kedepannya  dapat mengembangkan perjanjian kerjasama lainnya sehingga diharapkan dapat menghasilkan pabrik dan industri-industri baru dengan kualitas yang dapat diandalkan, ungkapnya.

Sesaat sebelumnya, Direktur Utama PT. Pupuk Kalimantan Timur, Aas Asikin Idat memaparkan secara singkat mengenai Pupuk Kalimantan Timur. PT. Pupuk Kalimantan Timur merupakan produsen urea terbesar ditanah air yang memproduksi amonia, pupuk mpk dan organik. Perusahaan kami juga bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan pupuk nasional  khususnya pupuk urea bersubsidi dengan wilayah tanggung jawab meliputi 2/3 wilayah Indonesia, jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, guna mengantisipasi kebutuhan pupuk nasional yang semkain meningkat, serta dalam rangka meningkatkan bisnis perusahaan, maka Pupuk Kaltim telah mengembangkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru seperti Pabrik Kaltim 5 yang akan segera dibangun. Pabrik Kaltim 5 ini merupakan salah satu dari realisasi program yang telah dicanangkan oleh pemerintah yang akan menggantikan Pabrik Kaltim 1 yang sudah tua dan tidak efisien. Pabrik Kaltim 5 ini direncanakan akan menampung kapasitas dua kali lipat dari kaltim 1, ungkapnya.

Dengan dibangunnya Pabrik Kaltim 5, sambungnya, tentunya ada faktor teknis maupun nonteknis  yang diperlukan agar konstruksi dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, dengan kerjasama ini saya berharap BPPT dapat memberikan rekomendasi dalam pengkajian, pengembangan dan perekayasaan. Sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kesalahan-kesalahan teknis, tutupnya.

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama yang akan dilakukan meliputi pemberian rekomendasi berisi panduan kriteria pemilihan industri manufaktur untuk menghasilkan peralatan pabrik yang berkualitas baik dan memenuhi spesifikasi proyek Kaltim 5. Selain itu juga akan dilakukan clearing house technology untuk menilai kewajaran proposal penawaran harga terkait kontraktor dan supplier proyek Kaltim 5. (KYRAS/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id