Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT AKAN TERAPKAN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS

Sebagai salah satu Quick-Win di Lingkungan Setama tahun 2010, Kearsipan merupakan suatu hal yang terpenting. Terutama kearsipan dari output BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan di bidang teknologi, yang berupa prototipe atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI), ungkap Hamir Hamzah, Kepala Biro umum dan Humas dalam sambutannya saat membuka acara Sosialisasi Tata Kearsipan di BPPT (9/11).

Dalam pengelolaan kearsipan, kata  Hamir, ada beberapa permasalahan penanganan arsip. Infrastruktur atau sarana dan prasarana menjadi salah satu permasalahan untuk penyimpanan arsip. Di BPPT, tempat penyimpanan arsip berada di Rancamaya yang didirikan tahun 1978 sejak berdirinya BPPT. Selain itu, juga terdapat permasalahan SDM kearsipan yang saat ini masih berjumlah 24 orang dari kurang lebih 3000 jumlah pegawai. Permasalahan lain terletak pada sistem dan tools kearsipannya. Secara prinsip sudah tidak mungkin lagi untuk mengelola arsip yang begitu banyaknya hanya di biro umum. Oleh karena itu kedepannya akan diterapkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD), sehingga diperlukan sosialisasi dan pembelajaran, karena salah satu kunci dalam pengeolaan arsip berbasis IT, jelasnya.

Menurut Bambang  P. Widodo Tarigan, Arsiparis Madya, Pusjibang Sistem Kearsiapan ANRI, untuk membangun good governance di BPPT dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan informasi publik yang akuntabel dan transparan. Imbasnya pada pengelolaan arsip yang mudah, efektif dan efisien. Untuk mendukung kondisi tersebut, ANRI telah mengembangkan SIKD sebagai software sistem pengelolaan manajemen kearsipan secara elektronik. SIKD ini merupakan langkah ANRI sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menciptakan tertib arsip di lingkungan pemerintahan Republik Indonesia sejak tahun 2010 lalu, ungkapnya.

Pengembangan manajemen arsip dinamis, sambungnya  bertujuan agar arsip mudah ditemukan dengan cepat, tepat dan lengkap, serta terciptanya pengelolaan siklus hidup arsip. Termasuklah didalamnya menyelamatkan arsip yang bernilai sejarah untuk kepentingan organisasi dan menjamin terpeliharanya legalitas, profesionalisme dan pertanggungjawaban organisasi. Melalui manajemen arsip dinamis tersebut diharapkan dapat diselenggarakan pendokumentasian kegiatan organisasi secara menyeluruh dan akurat yang membutuhkan dukungan SOP pengelolaan Arsip Dinamis (Tata kearsipan) di setiap lembaga pencipta arsip, agar hasil akhir manajemen arsip dinamis yang baik akan menjamin terpeliharanya arsip yang bernilai guna permanen, tutur Bambang.

Berdasarkan UU Negara RI No. 43 Tahun 2009, telah disusun kembali buku Petunjuk Pelaksanaan Tata Kearsipan BPPT sebagai petunjuk dalam penyelenggaraan kearsipan di Lingkungan BPPT. Sehingga dapat mencaai suatu keseragaman dalam penyelenggaraan kearsipan BPPT guna menjamin keselamatan bahan-bahan perencanaan, pelaksanaan dan penyediaan bahan pertanggungjawaban bagi kegiatan administrasi BPPT. (KYRAS/humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id