Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Sejarah TPSA

Menindaklanjuti Keputusan Presiden No.25 tahun 1978 tentang pembentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) , maka dibentuklah Direktorat Pengembangan Kekayaan Alam BPPT. Direktorat Pengembangan Kekayaan Alam BPPT bertugas menyelenggarakan pengkajian dan penerapan teknologi dalam pengembangan dan pemanfaatan kekayaan alam.

Dengan terbitnya Keputusan Presiden No.31 tahun 1982, Direktorat Pengembangan Kekayaan Alam BPPT dimekarkan menjadi Deputi Bidang Pengembangan Kekayaan Alam BPPT. Selain melaksanakan empat tugas pokok BPPT yaitu : a. Perumusan Kebijaka, b. Koordinasi Program, c. Pelayanan Jasa Teknologi, d. Pengkajian dan Penerapan Teknologi, maka Kedeputian Bidang Pengembangan Kekayaan Alam juga melaksanakan fungsi pengkajian dan penerapan teknologi dalam bidang pengembangan dan pemanfaatan kekayaan alam untuk menunjang program pembangunan. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi ini, organisasi Kedeputian Bidang Pengembangan Kekayaan Alam disusun menjadi :

Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Alam

Direktorat Pengembangan Sumberdaya Mineral

Direktorat Pengembangan Sumberdaya Non Mineral

Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan


Program dan kegiatan yang menonjol di Kedeputian Pengembangan Kekayaan Alam pada peride 1982 – 1992, antara lain :

  1. Dimulainya Program Energi Panas Bumi

  2. Dirintisnya Program Mineral Fosfat dan Mineral Kaolin

  3. Digencarkannya kegiatan survei dan riset kelautan dengan manca negara, dan mulai berdatangannya kapal riset Baruna Jaya

  4. Dimulainya program pengembangan aplikasi remote sensing

  5. Mulai digalakannya operasi hujan buatan di DAS Citarum, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Melalui Keppres no.47 tahun 1991, organisasi Kedeputian Pengembangan Kekayaan Alam BPPT semakin disempurnakan dengan penambahan 1 (satu) Direktorat dan diperkenalkannya struktur organisasi Sub Direktorat, Keppres no 47 tahun 1991 tetap menegaskan empat Tugas Pokok BPPT, sedang fungsi Kedeputian Pengembangan Kekayaan Alam BPPT adalah “ Pembinaan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di bidang Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam, Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral, Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Teknolgi Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Mitigasi Bencana”.

Organisasi Kedeputian Pengembangan Kekayaan Alam, sesuai Keppres no.47 Tahun 1991 disusun sebagai berikut:

  1. Direktorat Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA)

  2. Direktorat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi (TPSE)

  3. Direktorat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral (TPSM)

  4. Direktorat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Mitigasi Bencana (TPSLM)

  5. Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan

Melalui Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, tertanggal 26 Pebruari 1998, telah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Baruna Jaya BPPT.

Berbagai kegiatan unggulan terus ditampilkan oleh Kedeputian PKA BPPT, pada periode 1992-1999, antara lain:

  1. Pencanangan Konsep Benua Maritim Indonesia

  2. Pencanangan Deklarasi Bunaken

  3. Dikembangkannya Pembangkit Listrik energi Biomassa BIONER 1

  4. Dikembangkannya Butonic Mastic Asphait, Semen Podzoland dan pupuk dolomit

Penerapan berbagai aplikasi sistem informasi Geografis untuk POLRI, untuk PPM Dep Kesehatan, untuk Pemantauan PEMILU 1999 serta untuk eksplorasi perikanan

  1. Dikembangkannya aplikasi sumberdaya gambut

  2. Digencarkannya operasi modifikasi cuaca untuk pemadaman kebakaran hutan dan pencegahan banjir.

Pada periode 1998 – 1999, BPPT mengalami proses revitalisasi. Melalui Keppres 117/1998, organisasi BPPT dirampingkan kembali dan  keberadaan Sub-Direktorat dihapuskan. Kedeputian Pengembangan Kekayaan Alam BPPT diubah namanya menjadi Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, namun susunan organisasi direktorat tetap.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id