Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PADATNYA GIZI BERAS NON PADI

Bila kita bertanya ke setiap rumah tangga di Indonesia, makanan apa yang harus selalu tersedia dirumah, rasanya hampir semua akan menjawab, Beras. Demikian pokoknya beras bagi kita, masyarakat Indonesia, menjadikan kita teramat ketergantungan akan beras. Padahal masyarakat juga tentu paham, bahwa bukan hanya beras yang dapat menjadi sumber karbohidrat bagi tubuh, ada sagu, jagung, singkong, bahkan umbi-umbian pun mampu menghasilkan karbohidrat sama dengan yang dihasilkan beras.

Dampak dari ketergantungan terebut menjadikan Indonesia lemah akan diversivikasi pangan, semua hanya berkonsentrasi terhadap ketersediaan beras. Akibatnya adalah, sumber-sumber karbohidrat non beras menjadi tidak berkembang, tidak mampu mengimbangi “gemerlapnya pamor” beras.

Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, Bidang Pangan dan Hortikultura, menyadari betul ketergantungan tersebut.  Berbekal teknologi Cold Extrusion dengan alat extruder single screw, berhasil mengembangkan beras non padi dengan berbahan dasar pati atau tempung.

Bernamakan Beras Analog, beras non padi ini memiliki rasa yang sama dengan beras dari padi. Kelebihan beras analog ini adalah  karakter dan nilai gizi yang dapat direkayasa sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan, misalkan untuk menjadi pangan fungsional atau untuk konsumsi harian.

Dengan rasa, aroma dan bentuk yang sama dengan beras padi, diharapkan dapat meningkatkan diversivikasi pangan non beras, sehingga  sumber pangan non beras tidak mati suri. Ketergantungan masyarakat akan beras pun tetap bisa terpenuhi, meskipun beras yang dikonsumsi berbahan non padi. Yang penting makan nasi kan? (SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id