Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Siap Dampingi Industri Obat Similar di Indonesia

 

Hingga saat ini masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi obat biosimilar berupa insulin dan erythropoitein. Kedua obat itu diimpor dari luar negeri sejak 10 tahun lalu.  Obat Biosimilar ungkap Kepala Program Teknologi Biofarmasi, BPPT, Chaidir Amin, memiliki keunggulan untuk mengobati beberapa kasus, jika dibandingkan dengan produk obat konvensional. Tapi persoalannya, kalau konvensional ini molekulnya kecil, tapi kalau biosimiliar bobot molekulnya besar.

 

"Untuk menghasilkan obat biosimiliar perlu upaya yang sangat serius, mulai tahap awal dari laboratorium sampai tahap ke produksi, itu semua harus terkontrol prosesnya.  Keunggulan obat biosimilar terletak pada bahan dasarnya yang berupa protein dan antibodi. Obat ini dinilai lebih alami jika dibandingkan dengan obat generik kimiawi," jelas Chaidir saat diskusi tentang strategi pengembangan industri obat biosimilar di Indonesia, Jakarta, (14/4)

 

 

Dari segi bisnis lanjut Chaidir, biosimilar diprediksi berkembang pesat ke depannya. Sebab, meski harganya lebih mahal, ada pertimbangan khasiat yang dirasa lebih baik dan aman saat menggunakan obat-obatan biosimilar.

 

"Pengembangan industri biosimilar memang lebih mempertimbangkan sisi bisnis. Karena pengembangan teknologi yang dilaksanakan industri kami lihat belum ada komitmen ke sana," ujarnya.

 

Dikatakan Chaidir juga pemangku kebijakan sebaiknya melakukan kontrak riset teknologi untuk memulai industri biosimilar. Pihaknya menilai, industri biosimilar sulit dikembangkan secara langsung di Indonesia.

 

 

"Saya sarankan  pemangku kebijakan terkait ataupun BUMN melakukan kontrak riset industri dengan peneliti dari luar negeri. Selain itu, juga bisa dikembangkan model kontrak multi perusahaan sehingga ke depan industri ini dapat berkembang," pungkasnya. (Humas/HMP)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id