Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Tuntas. Ex-Vitro BPPT Sanggup Penuhi Kebutuhan 130 Ribu Ton Benih Kentang Nasional

Kentang. Tanaman hortikultura yang banyak dijadikan makanan olahan ini ternyata memiliki banyak penggemar. Lebih dari 130 ribu ton benih kentang di butuhkan secara nasional. Namun, ketersediaan kentang bersertifikat nasional hanya sekitar 15 persen.

 

Tidak banyak yang mengetahui, betapa sulitnya petani kentang mendapatkan benih kentang yang berkualitas. Mahalnya harga benih -yang mencapai 50 persen dari total biaya keseluruhan- , hama penyakit, dan tidak seragamnya benih karena benih berasal dari kentang sisa konsumsi, merupakan permasalahan yang dihadapi petani kentang saat ini.

 

Teknologi pembanyakan benih kentang melalui metode Ex-Vitro, hasil kerekayasaan Balai Bioteknologi BPPT, terbukti dapat menghasilkan benih kentang berkualitas dengan berbagai keistimewaan, salah satunya adalah tidak memerlukan lagi kentang sisa konsumsi sebagai benih.

 

Menurut Kepala BPPT, Unggul Priyanto dalam lawatannya ke Desa Cangar, Kota Batu, Selasa (13/12), dengan rekayasa ini petani bahkan bisa perbanyak benih hanya dengan menggunakan tunas. "Proses ini murah dan cepat. Bahkan disini kami memakai benih asli dari petani. Karena petani kesulitan dapatkan benih yang berkualitas, kami kembangkan lagi benih ini untuk ditanam," terangnya.

 

Eniya Listani Dewi, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, menerangkan bahwa keistimewaan lain dari rekayasa teknologi Ex-Vitro yang dikembangkan BPPT adalah bisa disandingkan dengan sistem aeroponik dan hidroponik substrat.

 

"Aeroponik merupakan suatu konsep baru dengan efisiensi yang sangat tinggi: tanpa tanah dan nutrisi tanaman (pupuk -red) hanya di semprot saja. Hasil G Nol (G 0) pun dapat langsung dijual oleh petani penangkar. Jadi yang kita targetkan dari metode ini adalah peningkatan pendapatan para petani," ucap Eniya.

 

Senada dengan Eniya, Asisten Pemerintah Kota Batu, Choirul Syarif, menyatakan dengan adanya rekayasa teknologi yang dikembangkan BPPT dapat betul-betul meningkatkan produktivitas petani di Kota Batu, khususnya petani kentang.

 

"Kami tentu menyambut baik kehadiran BPPT disini. Kami berharap akan ada transfer teknologi kepada para petani. Tentu dari situ kami juga menginginkan pertanian di daerah kami dapat lebih berkembang dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani," tutur Choirul. (Humas/HMP)

 

Pewarta dan Editor : YWAP

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id