Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PERAN STRATEGIS KETEKNIKAN PERTANIAN DALAM PERTANIAN INDUSTRIAL

Bertujuan untuk memfasilitasi para peneliti dalam menyampaikan hasil penelitian, pengembangan, pemikiran dan penelaahan di bidang pertanian dan Sebagai sarana komunikasi ilmiah dan diseminasi antara sesame anggota PERTETA, pemerintah, industri dan stakeholder lainnya, telah diselenggarakan Seminar nasional Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) 2011 di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Jatinangor, Jawa Barat (6-8/12). Seminar yang bertajuk Penguatan Peran Keteknikan Pertanian dalam Pengembangan Pertanian Industrial Mandiri dan Berkelanjutan, juga bertujuan dalam upaya strategis untuk menguatkan peran keteknikan pertanian dan pengembangan pertanian industrial yang mandiri dan berkelanjutan

Pada seminar tersebut, Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Listyani Wijayanti berkesempatan memaparkan prensentasinya yang berjudul Peran Strategik Keteknikan Pertanian dalam Pertanian Industrial. Ia menyampaikan paparan mengenai target pertanian yang meliputi ketahanan pangan, economic growth melalui pengembangan produk unggulan dan kesejahteraan petani.

Tantangan ketahanan pangan terdiri dari kualitas dan keamanan pangan, kebiasaan dalam mengkonsumsi pangan, keunggulan pangan, produksi pangan, keuntungan pertanian, konversi lahan pertanian dan pendistribusian hasil pertanian yang dipengaruhi oleh teknologi, kebijakan pemerintah dan pendidikan, tuturnya

Selanjutnya Deputi Bidang TAB menyatakan bahwa kedepan, tantangan PERTETA ada di pengembangan desain peralatan dalam mendukung ketahanan pangan, teknik produksi perkebunan dan pasca panen. Selain itu dibutuhkan juga pembentukan konsorsium beranggotakan ABG untuk solusi problem nasional atau demand pull, program dan pendanaan dalam rangka RDE (Research, Develompment, dan Engineering) dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta program dan pendanaan dalam rangka pilot project berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Luar Negeri serta menginformasikan tentang kebutuhan teknologi di sektor pertanian industrial dari BPPT, tambah Listyani.

Upaya menjawab tantangan ketahanan pangan tersebut, Listyani menjelaskan tentang strategi untuk pencapaian pertanian industrial. Serta peran keteknikan pertanian mendorong pertanian tradisional menjadi pertanian yang bersifat industrial dan implementasi teknologi dalam pertanian industrial yang menerapkan alokasi peran pengembangan pertanian dengan konsep ABG (Academition, Business, Government).

Sesuai dengan judul paparannya, Listyani berkesempatan menampilkan beberapa contoh dari peran BPPT dalam keteknikan pertanian antara lain teknologi proses produksi rancang bangun peralatan tepung dan grits jagung, teknologi pengolahan minyak atsiri, proses redestilasi minyak nilam, disain teknologi proses formulasi composite flour noodle.  Pengembangan teknologi produksi mie berbahan sagu untuk meningkatkan nilai tambah di Provinsi Maluku, rancang bangun peralatan perikanan dan peternakan, pengolahan hasil perikanan dan peternakan serta pertanian berkelanjutan yang meliputi teknologi kultur jaringan (in vitro) dan teknologi stek pucuk (ex vitro).

Sementara itu, Direktur Alat dan Mesin Pertanian mewakili Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Bambang Sentosa turut menyampaikan paparannya tentang Penguatan Peran Keteknikan Pertanian dalam Meningkatkan Produksi dan Mutu Produk Pertanian. Indonesia belum bisa untuk swasembada kedelai, daging sapi dan yang terpenting swasembada beras, ungkapnya

Selanjutnya dikatakan dalam pengembangan sumber lahan mencakup percetakan sawah, rehabilitasi dan konservasi lahan, reklamasi lahan, optimalisasi lahan dan pengembangan SRI (System Rice Intensivication). Selain itu, pengembangan air irigasi terdiri dari pengembangan jaringan, pengembangan ke DAM yang meliputi pengembangan bibit dan pembibitan terdiri atas pengembangan industri benih dan penyebaran benih di berbagai tempat, pengembangan pupuk baik yang organik maupun an organic, serta pengembangan alat kesehatan yang mencakup:alat dan mesin pra panen, pasca panen serta pengolahan hasil pertanian, jelasnya lebih lanjut.

Seminar PERTETA kali ini diikuti oleh 320 pemakalah, ratusan mahasiswa, puluhan peneliti dan pengusaha dengan makalah sebanyak 111 judul makalah yang terbagi menjadi 5 bidang Bidang A: Teknik Tanah dan Air, Bidang B: Energi Elektrifikasi dan Bangunan Lingkungan Pertanian, Bidang C: Mesin Peralatan Pertanian, Bidang D: Teknologi Pascapanen, Bidang E: Sistem Manajemen Pertanian

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id