Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Pamer PUNA Wulung di Indo Defence 2014 Expo & Forum

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka pameran Industri Pertahanan Internasional atau Indo Defence 2014 Expo & Forum, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11). JK didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhi Purdijatno.

Dalam sambutannya, JK mengatakan saat ini peningkatan alusista bukan hanya berarti untuk perang. Karena perang di saat ini berupa peningkatan teknologi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan teknologi membutuhkan riset, biaya besar dan kerjasama.

 

"Teknologi merupakan suatu hal yang dapat meningkatkan ekonomi negara. Dan, salah satu yang perlu ditingkatkan adalah teknologi pertahanan yang di dalamnya juga membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia dan lain-lain. Untuk itu, industri pertahanan harus ditingkatkan agar dapat bermanfaat bagi sektor pertahanan dan keamanan (hankam) serta juga mampu dikonversi menjadi industri yang berguna bagi kemashalatan masyarakat," kata JK.


Menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Joko Purwono Kepala Program PUNA BPPT mengatakan pemanfaatan teknologi di Indonesia harus didukung oleh BPPT dalam hal penyediaan sumber daya manusia. "Kita tidak bisa lagi memakai pola konvesional, penguasaan teknologi harus dilakukan dengan cara teamwork," ujarnya.


Joko juga menyampaikan BPPT sudah melakukan riset di bidang hankam  selama dua tahun belakangan untuk mendukung Komite Kebijakan Industri Pertahanan  (KKIP). BPPT diikutsertakan dalam riset kapal perang, kapal selam, sistem persenjataan. Hasilnya memang masih berupa kajian, tapi terus dikejar untuk memproduksinya dengan mempelajari teknologi dari luar.


"Salah satunya adalah BPPT selalu meningkatkan riset dan pemanfaatan teknologi terkini untuk optimalisasi pemanfaatan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA)," kata Joko.


Pada pameran kali ini BPPT memamerkan PUNA Wulung, yakni sebuah pesawat nir awak yang berfungsi untuk melakukan pengamatan atau surveillance dari ketinggian 10.000 feet. Sekarang, status PUNA Wulung sudah dimanfaatkan oleh industri untuk dimanfaatkan oleh penggunanya, yaitu Kementerian Pertahanan.


PUNA Wulung mampu terbang selama empat  jam dengan jarak tempuh mencapai lebih 150 km dan mampu membawa payload 120 kg. "Kedepannya, PUNA Wulung diharapkan dapat terbang mencapai durasi enam jam. Jarak juga semakin jauh," tutup Joko. (tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id