Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

DEPUTI TIRBR: BPPT TETAPKAN TEKNOLOGI KESELAMATAN DAN INDUSTRI KERETA API PADA RPJMN 2015-2019

Hingga kini masih  sering terjadi kecelakaan pada transportasi berbasis rel dengan berbagai sumber penyebabnya baik terkait dengan sistem, sarana, pra-sarana maupun faktor kesalahan manusia. Berdasarkan realita urgensi dan kebutuhan diatas, maka keselamatan transportasi menjadi salah satu Program Prioritas Kementerian Perhubungan  pada RPJMN 2015-2019, dan juga salah satu topik utama dari PUNAS Ristek. 

 

“BPPT  telah menetapkan Teknologi Keselamatan Transportasi dan Industri Kereta Api menjadi salah satu Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi dibidang Teknologi Transportasi pada RPJMN 2015 – 2019,” demikian sambutan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR-BPPT) Erzi Aqson Gani pada acara Focus Group Discussion tentang Pengembangan Teknologi dan Industri untuk Mendukung Keselamatan di Jalan Rel dan Jalan Raya, Komisi Utama BPPT (17/11).

 

 

Menurut Deputi TIRBR  pada FGD kali ini selain Teknologi Keselamatan Transportasi dan Industri Kereta Api, dibahas juga Program Sistem Transportasi untuk Konektivitas dan Logistik. “Diharapkan melalui kedua program ini yang diintegrasikan serta disinergikan secara holistik dengan program lain  serta berbagai institusi terkait, akan dapat memberikan impact yang berarti bagi pengentasan permasalahan transportasi nasional,” kata Erzi.

 

Program strategis BPPT, sambungnya, dalam pengembangan teknologi dan industri untuk mendukung keselamatan di jalan rel dan jalan raya sampai dengan tahun 2019 terdapat 4 kegiatan utama, yakni; Pengembangan teknologi pemantau kondisi jalan rel, Pengembangan teknologi keselamatan di perlintasan sebidang, Pengembangan teknologi untuk kesela-matan jalanraya dan kendaraan. Kajian pengembangan industri kereta api, Kajian dan pemetaan teknologi untuk kese-lamatan jalan raya. 

 

Sedangkan Program BPPT yang terkait dengan pengembangan teknologi dan industri untuk mendukung keselamatan di jalan rel dan jalan raya pada tahun 2015 adalah; Kajian dan pembuatan prototip teknologi pemantau kondisi jalan rel, Kajian dan pembuatan model keselamatan di perlintasan sebidang; Kajian pasar kebutuhan keretaapi, Penyusunan model Reliability, Availability, Maintenace and Safety (RAMS) pada perkeretaapian,” tambahnya.

 

Menurut Erzi, arah dan sasaran umum keselamatan transportasi adalah menciptakan Safe Transportation, dimana terus mengupayakan terwujudnya Safety dengan mencegah terjadinya Accident, Unsafe Acts Dan Unsafe Conditions pada Sarana, Prasarana, Sistem dan Operasional Transportasi di Indonesia.

 

Dengan diselenggarakannya Focus Group Discussion ini diharapkan BPPT dapat mensosialisasikan program pengembangan teknologi dan industri untuk mendukung keselamatan di jalan rel dan jalan raya dan peran-peran yang lainnya sebagai lembaga intermediasi teknologi, Technology Clearing House, pengkaji teknologi, pelaksana audit teknologi, dan pemberi solusi teknologi. (Humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id