Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Drone Alap-Alap BPPT Mulai Lakukan Misi Pemetaan Jalur Kereta Semi Cepat Jakarta Surabaya

Tim PUNA BPPT melakukan pemeriksaan akhir mesin Alap-alap PA 4 berbahan bakar Pertamax, mampu terbang tanpa henti selama 7 jam, dalam misi pemetaan udara Jalur Kereta Api Jakarta Surabaya seksi Cirebon -Tegal di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon. 15-07-2017. Humas BPPT - SAS

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terbangkan pesawat udara nir awak (puna) Alap-Alap untuk melakukan misi pemetaan udara Jalur Kereta Api Jakarta Surabaya  section Cirebon-Tegal.

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, misi uji coba puna Alap-Alap ini untuk menguji kemampuan kamera mapping atau pemetaan dengan puna. Kemudian akan disandingkan dengan hasil survei data lainnya untuk studi kereta api cepat Jakarta-Surabaya.

 

"Kita lihat berapa banyak lintasan sebidang, lengkungan, untuk melihat sisi kiri kanan apakah berdekatan dengan permukiman," katanya di sela-sela uji coba Puna Alap-Alap di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon, Sabtu (15/7).

 

Puna Alap-Alap yang dikembangkan BPPT sejak tahun 2009 ini sudah bersifat auto pilot. Keberadaan pilot utamanya untuk membantu proses take off dan landing.

 

Melalui misi pemetaan ini lanjut Unggul, BPPT ingin mengetahui lebih lanjut kemampuan puna Alap-Alap melakukan pemetaan dan mengecek keakuratan data yang diperoleh dari terbang pada ketinggian 1.500 feet.

 

"Semakin terbang tinggi tentu membutuhkan kamera yang lebih tajam lagi," ucapnya.

 

Puna Alap-Alap memiliki kemampuan jangkauan terbang 100 kilometer, berat 29 kilogram, lama maksimum terbang 7 jam dan ketinggian maksimum 9.000 feet serta berbahan bakar pertamax.

 

Sebelumnya, BPPT menggandeng tiga perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Diponegoro melakukan percepatan pra studi kelayakan kereta api cepat Jakarta-Surabaya sepanjang 750 km. Pra studi kelayakan ini ditargetkan rampung Desember 2017. Ditargetkan dengan kehadiran kereta ekspres itu, Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam waktu 4 jam.

 

BPPT mendapat mandat dari Kementerian Perhubungan untuk membuat studi kelayakan. Selain dengan tiga perguruan tinggi, BPPT juga bekerja sama dengan PT KAI dan PT INKA.

 

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu W Pandoe mengungkapkan, tingkat kandungan dalam negeri  Drone Alap-Alap  sudah mencapai 70 persen.

 

"Target kita seberapa efektif drone Alap-Alap ini untuk diandalkan dalam melakukan misi pemetaan," ujarnya.