Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PENGUASAAN TEKNOLOGI UNTUK PERTAHANAN DAN KEAMANAN MATRA LAUT

Dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2, atau mendekati 70% dari luas keseluruhan negara, menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang tentunya memerlukan peran kekuatan Matra Laut (wilayah laut) untuk dapat mempertahankan aset laut yang dimiliki.

Berbagai ancaman, tantangan dan gangguan yang mungkin muncul dari dalam maupun luar wilayah negara menjadikan perlunya kekuatan pertahanan dan keamanan (hankam) yang handal, terutama kekuatan TNI sebagai ujung tombak pertahanan negara.

Untuk membentuk kekuatan TNI Matra Laut tersebut, selain faktor kualitas personil, diperlukan pula adanya penguasaan teknologi pertahanan keamanan. Adanya teknologi yang pendukung seperti kapal cepat, diyakini banyak pihak dapat membantu TNI, khususnya TNI AL untuk dapat melaksanakan tugasnya menegakkan hukum di laut secara tepat dan cepat.

‚Indonesia masih membutuhkan tambahan kapal untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama kapal cepat untuk mengawasi seluruh wilayah perairan Indonesia‚, kata Kepala Bidang Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Matra Laut (PTIPK) BPPT, Akhmad Rivai saat diwawancarai redaksi, Kamis (25/3).

‚Selama ini kita selalu membeli dari negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan kapal, padahal sebenarnya jika dilihat dari kesiapan sumber daya manusia, Indonesia mampu untuk membuat sendiri kapal patroli tersebut", lanjutnya.

Dalam mendukung bidang pertahanan dan keamanan, BPPT telah berhasil membuat Kapal Patroli Cepat (KPC) 14 m. Selain itu BPPT juga telah melakukan kajian hingga basic design kapal korvet. Kapal Korvet merupakan jenis kapal perang yang merupakan jawaban akan kapal perusak (destroyer) atau kapal penghancur kapal torpedo (torpedo boat destroyer) yang berukuran lebih besar. Kapal Korvet sendiri memiliki fungsi yang serupa dengan kapal perusak namun berukuran lebih kecil. Kapal Korvet selain menyandang persenjataan yang cukup modern juga dilengkapi dengan rudal sehingga cukup mematikan bila berhadapan dengan kapal-kapal perang yang lainnya.

Tidak bisa dihindari, terbatasnya dana untuk mengembangkan teknologi baru atau bahkan untuk membeli peralatan dengan teknologi terbaru, menjadi suatu kenyataan. Namun demikian, tentunya selalu ada alternatif lain untuk dapat menutupi kekurangan tersebut. Peningkatan kemampuan personil merupakan salah satu cara yang efektif.

"BPPT berperan sebagai motivator dalam usahanya mendorong program kemandirian pertahanan dan keamanan Indonesia bidang matra laut. Tentunya kita ingin agar produk dalam negeri yang nantinya akan dipakai untuk usaha menjaga pertahanan dan keamanan matra laut Indonesia. Untuk itu, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak baik pemerintah, kalangan industri nasional maupun akademisi agar dapat mewujudkan kemandirian bidang teknologi pertahanan dan keamanan Indonesia, mutlak diperlukan", ungkap Rivai. (YRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id