Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PENGATURAN PENERBANGAN SIPIL DAN KEDAULATAN WILAYAH DENGAN CNS/ATM

Sejak di tetapkannya standar baru dalam dunia penerbangan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) tentang penerapan teknologi baru pada CNS/ATM, seluruh negara anggota ICAO diwajibkan untuk mulai menerapkan teknologi baru CNS/ATM pada 2015 nanti. Salah satunya adalah negara Indonesia.

‚Sebagai lembaga pemerintah yang bergerak dalam bidang pengkajian dan penerapan teknologi di Indonesia, BPPT berkewajiban untuk mendukung implementasi teknologi baru tersebut. Yang dilakukan BPPT dalam hal ini adalah mulai dari pengkajian sistem hingga pada pengembangan hardware dan software‚, jelas Chief Engineer Program CNS/ATM BPPT, Irwan Rawal Husdi dalam wawancaranya.

Communication, Navigation, Surveillance/Air Traffic Management atau CNS/ATM, adalah sistem navigasi lengkap yang digunakan untuk pengaturan lalu lintas udara dalam penerbangan sipil. Dalam implementasinya, setiap negara anggota ICAO dibebaskan untuk mengembangkan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi negara itu sendiri.

Menurut Irwan, yang membedakan teknologi CNS/ATM lama dengan baru adalah pada sistem lama sistem komunikasi masih bersifat analog dan berpusat didarat. Sedangkan untuk teknologi baru sudah bersifat digital dan mengandalkan satelit.

Sejak 2007, BPPT berfokus pada pengembangan teknologi ADSB (Automatic Dependent Surveillance System) yang merupakan pengembangan dari teknologi radar yang dipakai saat ini. ‚ADSB ini dapat memberikan informasi yang akurat dan terkini, baik untuk pilot, pesawat lain maupun pengawas didarat, seperti informasi ketinggian, posisi, kecepatan, arah, dan informasi lainnya‚, tambah Irwan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini telah dihasilkan beberapa protitipe ADSB receiver dan ADSB transmitter. Selain itu, timnya juga memberikan rekomendasi dan desain infrastruktur ADSB ground network. ‚Disini kita berusaha agar industri nasional Indonesia, dapat benar-benar menguasai teknologi ini sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk luar negeri‚, imbuh Irwan.

Keamanan ruang udara


Dengan diterapkannya teknologi baru pada CNS/ATM, ternyata juga memberikan efek positif terhadap persoalan ruang udara Indonesia. Indonesia yang pada kenyataannya belum mampu mengusasi seluruh wilayah udaranya, harus merelakan dikelolanya beberapa wilayah udara Indonesia oleh negara tetangga yang dianggap lebih mampu. Kondisi tersebut tentunya menyebabkan lemahnya posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

Terkait persoalan tersebut, Program Manager CNS/ATM BPPT, Tahar Agastani, berkomentar. ‚Penerapan teknologi baru pada CNS/ATM ini, diyakini sebagai langkah yang baik bagi Indonesia didalam meningkatkan kemampuan pengaturan lalu lintas udara. Indonesia dapat lebih menjamin kekuasaannya atas wilayah kedaulatan ruang udara‚.

‚Dalam skala global, CNS/ATM dapat juga memberikan efesiensi pada ruang udara Indonesia serta meningkatkan keselamatan dalam penerbangan‚, kata Tahar. (YRA/humas)

(sumber foto: google.com)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id