Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

KUNJUNGAN KEPALA BPPT MENDAMPINGI MENRISTEK KE SURABAYA DALAM RANGKA PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN BERSAMA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA NASIONAL BIDANG RISET DAN TEKNOLOGI UNTUK INDUSTRI HULU MINYAK DAN GAS BUMI

Advance Technology Pertamina (ATP) yang dibentuk pada tahun 1975 sebagai embrio lahirnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1978 merupakan catatan sejarah yang penting bagi industri minyak dan gas (MIGAS) di Indonesia. Peran BPPT dalam meningkatkan daya saing dan produktifitas industri melalui technology approaches khususnya pada bidang industri hulu MIGAS selama 30 tahun dapat dijadikan indikasi kematangan dan kepakaran BPPT dalam mendukung bidang industri tersebut.

Sejumlah kesepakatan kerjasama BPPT dengan industri minyak dan gas pun telah lama digulirkan dan terbukti telah menghasilkan output produk dan jasa konsultansi yang berkualitas dan tepat guna sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh industri MIGAS. Bahkan, saat ini industri MIGAS di Indonesia mengharapkan kontribusi yang lebih besar lagi dari BPPT dalam upaya meningkatkan penggunaan teknologi nasional atau local content leverages untuk mendukung indutri MIGAS pada lini hulu. Hal ini mengemuka dalam sesi brainstorming diantara pihak akademisi, pebisnis dan pemerintah yang terkait dengan industri hulu MIGAS pada 24 Maret 2009 yang berlangsung di hotel Shangrila Surabaya.

Pertemuan yang merupakan rangkaian acara kunjungan Kepala BPPT untuk mendampingi Menristek ke Jawa Timur pada 23 - 25 Maret 2009 menjadi wahana bertukar pikiran diantara praktisi bisnis industri MIGAS yang menjalankan bisnisnya di Indonesia seperti HESS, Conoco Phillips dan KODECO dengan Kementerian Negara RISTEK (KNRT) yang mewakili pemerintah dan Institut Teknologi Surabaya yang mewakili pihak akademisi. Pada pertemuan tersebut perwakilan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada dibawah koordinasi KNRT memaparkan presentasi yang terkait dengan kontribusi mereka dalam mendukung industri MIGAS. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, Kepala BPPT Marzan A Iskandar, Kepala BP Migas R. Priyono, perwakilan dari LPND Ristek, dan para tamu undangan.

Pada pertemuan tersebut, Kepala BPPT Engineering Sumaryanto yang mewakili Kepala BPPT memaparkan presentasi pelayanan teknologi oleh BPPT untuk mendukung industri hulu MIGAS di Indonesia. Konten teknologi unggulan BPPT yang diangkat pada event tersebut adalah kapal riset Baruna Jaya, pipa apung dan pengujian unit pengolahan minyak dan gas di lepas pantai yang disebut dengan central processing production (CCP) skala model. Pengujian CCP skala model merupakan kerjasama Conoco Phillips dengan Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH) BPPT. Pengujian serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 1998 dan 2002. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan industri hulu MIGAS kepada BPPT sangat tinggi.

Acara puncak dari kunjungan Menristek yang didampingi Kepala BPPT untuk meningkatkan pemberdayaan sumberdaya nasional dalam industri hulu minyak dan gas bumi, Menristek bersama dengan Kepala BP Migas menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai komitmen untuk melaksanakan upaya tersebut. Pendatanganan SKB tersebut dilangsungkan di BPPH pada 25 Maret 2009, sesaat setelah demonstrasi pengujian CCP skala model di kolam uji BPPH. Sebelum kembali ke Jakarta, Menristek dan Kepala BPPT berkesempatan untuk melakukan visiting tour ke instalasi pengolahan minyak dan gas milik HESS dan KODECO di Gersik. Pada kunjungan tersebut berlangsung pembicaraan informal untuk memproyeksikan kemungkinan kerjasama teknis diantara BPPT dengan HESS dan KODECO. (Supriana-HUMAS)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id