Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Luncurkan Buku Outlook Energi 2013

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Buku Outlook Energi Indonesia 2013 yang mengedepankan pengembangan energi dalam mendukung sektor transportasi dan industri pengolahan mineral.  Kepala BPPT, Marzan A Iskandar menyatakan bahwa peluncuran outlook energi ini adalah kali kelima dilaksanakan, sebagai wujud kontribusi BPPT menjawab isu-isu penting dan tantangan permasalahan energi masa depan di Indonesia.  “Asumsi kebutuhan dan pengembangan energi memang selalu berubah. Kecenderungan konsumsi dan harga energi selalu berubah dan selalu memberatkan APBN karena subsidi yang membengkak, sebab itu pengembangan dan penggunaan energi alternatif perlu didorong,” ungkap Marzan di sela peluncuran buku Outlook Energi 2013 di Jakarta,  (9/12).

 

Outlook energi Indonesia tahun 2013 ini bertemakan Pengembangan Energi dalam Mendukung Sektor Transportasi dan Industri Pengolahan.     Merujuk tema ini, Marzan menguraikan bahwa permasalahan energi sektor transportasi menjadi fokus perhatian karena dominannya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Upaya penggunaan energi alternatif seperti bahan bakar nabati atau CNG untuk transportasi masih tidak sesuai yang diharapkan pemerintah. Pemanfaatan biodiesel memang mengalami kenaikan dari sekitar 360.000 KL di 2012 menjadi 670.000 KL, tapi untuk bioethanol sebagai pengganti bensin justru stagnan sejak 2010. Hal ini terjadi  karena BBM paling mudah diakses akibat sistem transportasi di Indonesia masih berbasis minyak sehingga meningkatkan jumlah subsidi.,” paparnya.

Sementara itu, di sektor energi terbarukan hingga tahun 2030 mencapai 17,5 persen dari total penggunaan energi. Jumlah ini lanjut Marzan seharusnya dicapai tahun 2025. “Oleh karena itu perlu memperbaharui kebijakan, implementasi untuk mendorong energi mix atau bauran energi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi (PTPSE-BPPT)  Adiarso juga menuturkan perlunya optimalisasi energi alternatif untuk sektor transportasi seperti biodiesel dan compressed natural gas (CNG) untuk menggantikan bensin atau premium pada kendaraan umum dan kendaraan dinas. Bahkan CNG juga bisa digunakan untuk bus besar  dan busway.  "Hingga tahun 2030 diperkirakan akan ada penambahan 1.000 unit kendaraan busway atau naik tiga persen per tahun, angkot enam persen per tahun dan kendaraan dinas 15 persen per tahun," terangnya. 

Sebagai informasi, dalam outlook energi BPPT ini juga dimuat upaya untuk membuat nilai tambah energi yang harus dilakukan industri pertambangan dan mineral melalui pengolahan bahan tambang. Selain itu diulas juga contoh kasus pemenuhan energi untuk nilai tambah bahan tambang dan mineral serta substitusi energi pengganti bahan bakar minyak.  “Outlook ini menjadi prediksi dari asumsi-asumsi dan keadaan masa kini untuk menjadi proyeksi di masa depan. Dengan demikian pemerintah dapat memanfaatkan untuk pengambilan kebijakan di masa depan,” tegas Marzan. (SYRA/Humas)

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id