Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

E Voting, Demokrasi Di Ujung Jari (II)

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)  diharapkan memberikan efek yang baik dalam warna baru berdemokrasi. Diyakini pro dan kontra pasti akan terjadi. Oleh karenanya metode Pemilu Elektronik (e-voting) membutuhkan persiapan dan perbaikan guna memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai sebuah metode pemilihan yang layak digunakan.Tak bisa dipungkiri, masyarakat kian hari kian cerdas. Kejenuhan mereka akan metode pemilihan suara yang kian hari dianggap kerap dimanipulasi, membuat kehadiran e voting layak menjadi sebuah metode baru yang patut untuk diujicobakan.

“Teknologi e-Voting  menjamin berlangsungnya pemungutan suara dan perhitungan menggunakan TIK demi Pemilu yang transparan, jujur dan akuntabel serta dapat diaudit di tiap tahapannya, layak dijadikan metode yang tepat untuk melaksanakan pemilu,” ungkap Direktur  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Hammam Riza dalam sebuah dialog di televisi swasta di Jakarta (19/12).

 

Mengenai penerapan  e voting Hamman menjelaskan, secara prinsip sistem pemilihan elektronik itu menghilangkan teknis manual pada sistem pemilihan konvensional, seperti surat suara dan perhitungan manual. Kemudian sistem pemilihan dan pemungutan elektronik mempunyai lima unsur perangkat, yaitu pembaca e-KTP, kartu V-token, pembaca kartu pintar (smart card)e-voting, dan printer kertas struk. Untuk mengetahui cara pemilihan dengan metode e voting berikut penjelasannya:

1. Pemilih harus membawa e-KTP diverifikasi dengan pembaca e-KTP untuk memastikan kesesuaian data e-KTP dengan pemilih.

2. Setelah data sesuai, petugas mencocokkan nama pemilih pada daftar pemilih tetap online sebagai absensi pemilih.

3. Jika lolos dari dua verfikasi tersebut, pemilih diberikan V-token. Kartu ini berfungsi sebagai mengaktifkan e-voting.

4. V-token kemudian dimasukkan ke pembaca smartcard agar menampilkan surat suara virtual pada layar sentuh e-voting.

5. Setelah tampil surat suara calon, pemilih bisa memilih dengan menyentuh salah satu calon. Desktop nantinya akan memberi notifikasi 'ya' atau 'tidak' atas pilihan yang dimaksud. Jika sudah yakin, pemilih harus menekan enter atau ya.

Pada tahap ini, pemilih bisa menyentuh pilihan 'tidak' jika ingin mengubah pilihan.

6. Setelah menentukan pilihan, pemilih akan mendapatkan kertas struk yang berupa kertas barcode. Ini sebagai bukti pemilih sudah memilih.

7. Kertas struk kemudian dimasukkan ke kotak audit. Fungsinya sebagai data pembanding jika terdapat kekeliruan jumlah pemilih yang memberikan suara.

Hasil perhitungan suara elektronik bisa langsung diperoleh begitu waktu pemungutan suara ditutup. Hammam menambahkan, hasil rekapitulasi juga bisa langsung dikirim ke pusat data ditingkat desa. "Jadi, ini selain quick count juga real count. Cepat tapi terverifikasi," jelasnya. (SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id