Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT-Kominfo Gelar Seminar Nasional Penerapan Sistem Peringatan Dini (Bencana) pada siaran TV Digital di Indonesia (II)

BPPT bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghelat Seminar Nasional Penerapan Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini pada siaran TV Digital di Indonesia pada tanggal 10 Juni 2014 di Auditorium BPPT, Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta.

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), Hammam Riza, menyampaikan bahwa gelaran seminar ini merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi penyiaran TV digital. Seminar ini juga menjadi sarana sosialisasi dan pertukaran informasi bagi seluruh stakeholder terkait. “Seminar ini juga dilaksanakan guna mempercepat realisasi implementasi siaran TV digital di Indonesia,” ujarnya.

 

Dalam Seminar Nasional ini dibahas hal- hal yang sangat penting , yaitu: 

  1. Peran Kebijakan dan Pentingnya peraturan perundangan di Indonesia dalam proses migrasi siaran tv digital di Indonesia
  2. Kesiapan  dan Peran  Industri Nasional dalam implementasi fitur EWS dalam proses migrasi tv Digital di Indonesia.
  3. Langkah langkah dan strategi yang harus dilakukan dalam mempercepat proses implementasi fitur EWS pada siaran TV digital di Indonesia.

Acara ini juga menyajikan  pewicaradari Kementrian Kominfo serta Kementerian Riset dan Teknologi, serta diisi pula dengan narasumber dari BNPB, BPDB, Kementerian Perindustrian, pakar telekomunikasi, Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel), industri perangkat penerima set-top-box (STB), penyedia konten dan penyelenggara Mux Siaran TV digital serta berbagai komponen masyarakat yang menjadi pemerhati TV digital di Indonesia.

Untuk diketahui, proses migrasi penyiaran TV dan Radio dari Analog ke Digital telah dijalankan oleh pemerintah sejak dilakukan soft launching siaran TV digital oleh TVRI pada tahun 2008 yang lalu. Hal ini telah membuat para pelaku industri siaran TV Digital harus berbenah menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.antara lain perubahan regulasi, alokasi frekuensi, model bisnis dan perubahan teknologi yang akan memberikan konsekuensi yang beragam bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) industri ini.

Hammam  lebih lanjut merinci bahwa saat ini standar televisi digital yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia adalah DVB-T2 dari Eropa (DVB-T merupakan kependekan dari Digital Video Broadcasting-Terrestrial- Second Generation). International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk migrasi penyiaran analog ke digital.

“Ketika dunia bersama-sama beralih ke digital,  maka teknologi analog akan menjadi usang dan mahal pengoperasiannya. Penggunaan frekuensi penyiaran analog pun tidak akan mendapatkan proteksi internasional. Digitalisasi berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas,” pungkasnya. (tw/SYRA/Humas)

 

Pendaftaran Peserta dapat dilakukan melalui http://ewstvdigital.bppt.go.id/

Kontak:

Kepala Bidang Sistem Komunikasi Multimedia

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Gedung Teknologi 3 Lantai 3, Puspiptek, Serpong

Tel. 021-75791260

Email. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id