Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Gandeng PNORS Australia Tingkatkan Sistem TIK untuk Kebutuhan Medis

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya  mengkaji sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mengatur arus penyediaan kebutuhan medis. Hal ini ditujukan agar peredaran obat yang lewat masa pakai atau kedaluwarsa, bahkan obat palsu, dapat dihindarkan. Kepala BPPT Unggul Priyanto menyatakan bahwa pihaknya tengah mencoba jalin kerjasama dengan PNORS Technology Group Pty Australia, untuk menemukan sistem yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia.

 

"Sistem TIK kesehatan yang dimanfaatkan di tingkat rumah sakit hingga Puskesmas memang masih memiliki tantangan tinggi, mulai dari kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan fasilitas," kata Unggul saat membuka Workshop Internasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Bidang Kesehatan di Gedung II BPPT, Jakarta, (22/9).

 

Diutarakan Unggul bahwa sistem yang digunakan PNORS dan diterapkan di Australia telah sesuai dengan standar kesehatan internasional. Karena itu, menurutnya, pertukaran informasi dan pengalaman dalam kerja sama dengan PNORS terkait sistem TIK medis dan mungkin untuk bidang lain sangat diperlukan.

 

Senada dengan Kepala BPPT,  Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM-BPPT) Hammam Riza menjelaskan bahwa PNORS Australia sudah menyediakan modelnya. 

 

"BPPT dalam hal ini berupaya mengkaji  teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan obat melalui portal business to business. Nantinya, teknologi ini dapat digunakan oleh industri pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, dan industri farmasi yang akan masuk ke dalam sistem cloud,” papar Hammam di depan media.

 

Pada kesempatan yang sama, CEO PNORS, Paul Gallo mengungkap bahwa  penggunaan sistem TIK untuk kebutuhan medis dapat menciptakan transparansi.

 

"Kerjasama dengan BPPT ini diawali pertukaran informasi. Selanjutnya mencari metode terbaik untuk implementasi sistem yang dapat berupa e-procurement melalui sistematisasi e-katalog, pendataan, serta tata kelola penyaluran kebutuhan pusat pelayanan kesehatan secara transparan, efektif, dan efisien," terangnya.

 

Lebih lanjut,  Perekayasa Utama Kehormatan BPPT 2016, Indroyono Soesilo menjelaskan bahwa pemanfaatan TIK untuk inovasi dalam pelaksanaan layanan pemerintah, juga sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

 

"Dengan sistem TIK yang dimiliki PNORS  ini, semoga data farmasi terkait kebutuhan dan suplai obat dapat diawasi, bahkan hingga di tingkat Puskesmas, sehingga tidak ada lagi obat kedaluwarsa yang mungkin beredar dan dikonsumsi masyarakat," tutup Indroyono. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id