Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Kerjasama Vulkanisir Ban Pesawat

Deputi Kepala BPPT bidang TIEM Hammam Riza menyaksikan perjanjian kerja sama antara BPPT dengan GMF AeroAsia dalam pemanfaatan teknologi material (karet alam) untuk kebutuhan ban pesawat terbang. 30-01-2017. (Humas BPPT - SAS)

Konsekuensi dari semakin meningkatnya penggunaan transportasi udara, salah satunya berdampak pada semakin meningkatnya jumlah kebutuhan penggantian ban pesawat, baik dengan ban baru maupun ban yang telah di-retread. Dalam melakukan “retread ban pesawat” menggunakan jumlah karet alam sekitar 80 – 90 %, dan sisanya digunakan bahan karet sintetis dan bahan aditif lainnya, demikian kata Deputi BPPT Bidang TIEM Hammam Riza pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPPT dengan PT GMF Aeroasia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. (30/01)

 

 

Sehingga menurut Hammam, dikemudian hari apabila industri retread ban pesawat telah berdiri di Indonesia, maka akan terserap karet alam sebesar 1.750 ton per tahun. Hammam menambahkan, pengembangan teknologi kompon karet alam untuk aplikasi retread ban pesawat telah dilakukan oleh Pusat Teknologi Material BPPT sejak tahun 2014.


Hammam lebih lanjut mengatakan bahwa kerjasama Retreaded Ban Pesawat atau vulkanisir ban pesawat ini dilaksanakan BPPT sebagai wujud BPPT dalam mendukung kemandirian industri nasional.


"Dari kegiatan inovasi dan layanan teknologi tersebut diatas, diharapkan berdiri industri retread ban pesawat dan industri pendukung lainnya di Indonesia, sehingga diharapkan akan berkurang ketergantungan “impor retread ban pesawat”, jelas Hammam.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Base Operation PT GMF Aeroasia I Wayan Susena mengatakan, pesawat terbang membutuhkan ban, kemudian juga ada aturan dari pemerintah bahwa batasan dalam hal untuk vulkanisir ban atau retread.


Seperti yang kita ketahui kebutuhan dari ban menurut I Wayan sangat besar sekali. “Awal dari kerjasama ini kita ingin membuktikan Indonesia mampu untuk melakukan tire retread’, jelas I Wayan.


Sementara itu Direktur Teknologi Material BPPT Asep Riswoko mengungkapkan, kegiatan dengan PT GMF Aeroasia ini adalah sebuah usaha untuk menyerap karet alam lokal supaya bisa hilirisasi, sehingga target kita ingin bisa berkontribusi agar karet lokal bisa dimanfaatkan oleh industri dan salah satunya adalah produk retread ban pesawat ini.


Untuk menggantikan apa yang selama ini tergantung dari luar negeri, BPPT secara teknis berusaha untuk mendukung agar bisa melakukannya didalam negeri. Ini merupakan pintu masuk kita di dunia industri penerbangan dalam rangka memanfaatkan lebih banyak sumber daya lokal. Kedepan diharapkan BPPT melalui Pusat Teknologi Material bisa lebih dominan lagi dan bisa lebih banyak kontribusinya, tutup Asep. (Humas/HMP)

 

Pewarta / Editor : ARZ / SP

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id