Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Colek, Bukan Coblos, BPPT Sukses Terapkan Pemilu Elektronik (e-Voting)  Pada Pilkades di Kabupaten Bogor

 

Bogor, bppt.go.id -- BPPT secara teknis telah sukses laksanakan metode pemilihan secara elektronik untuk Pemilihan Kepala Desa di Babakan, Ciseeng, Kab. Bogor.

 

Dikatakan Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza saat menyaksikan langsung, bahwa Pilkades Babakan ini merupakan miniatur Pilkada , yang juga pada pelaksanaanya dilakukan secara serentak dan seluruh prosesnya, mulai dari validasi hingga penghitungan suara dilaksanakan secara elektronik.

 


"Pemilu elektronik di Desa Babakan ini seluruh prosesnya dilakukan secara elektronik. Validasi KTP-el secara elektronik menggunakan alat pembaca. Kemudian pemilihan suara juga di lakukan dengan menyolek layar sentuh komputer di bilik suara. Tak perlu coblos surat suara yang berpotensi rusak. Terakhir penghitungan suara, juga langsung ditayangkan usai pemilihan berlangsung," rinci Hammam kepada awak media.

 

Pemilu secara elektronik ini sebut  Hammam terdiri dari proses e-verifikasi, e-voting dan e-rekapitulasi. Oleh karena itu kata Hammam, Proses Pemilu secara elektronik ini tentu akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan pemungutan suara.

 

"Kami telah lima ratusan kali laksanakan Pilkades elektronik di berbagai wilayah Indonesia. Tepatnya 526 kali, dan hari ini adalah Pilkades elektronik yang ke 527, yang didampingi pelaksanaannya oleh tim teknis BPPT bekerjasama dengan unsur terkait. Alhamdulillah prosesnya lancar," ucap Hammam dengan bangga.

 

Hammam juga menuturkan bahwa BPPT secara teknis siap untuk melaksanakan metode pemilihan secara elektronik ini untuk level Pemilihan Kepala Daerah.

 

"Untuk level Pilkada DKI putaran kedua esok, kami siap dukung dari sisi teknologi jika mau dilakukan secara e-voting," ujarnya.

 


 
 
 
Proses Pemilu Elektronik TANPA ERROR

 

Direktur Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (PTIK-BPPT), Michael Andreas Purwoadi lebih lanjut menjelaskan, pelaksanaan e-Pilkades ini dibuat sebagai miniatur Pilkada, yang mana hasil dari setiap bilik akan dikirim langsung ke data center untuk direkapitulasi, dan hasilnya ditayangkan secara langsung.

 

"Prosesnya bukan hanya e-voting saja, tetapi e-Pemilu. Jadi, pemilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), lakukan e-verifikasi, kemudian ke bilik suara untuk memberikan suaranya melalui sistem e-voting. Hasil penghitungan juga dijumlahkan secara e-counting, dan hasilnya dikirim ke pusat untuk dilakukan e-rekapitulasi," tutur Purwoadi di TPS Babakan, Ciseeng, Bogor.

 

Dia menilai, penerapan sistem e-voting ini  lebih unggul jauh ketimbang pelaksanaan pemilihan konvensional. Soal kendala dalam penerapan sistem e-voting ini, Andreas mengatakan, tidak ada kendala yang berarti sampai saat ini. "Yang susah, tuh bagian sidik jari (ketika si pemilih berada di bilik suara). Karena kan, biasanya tangan pemilih itu berkeringat, sehingga layarnya terkadang itu basah," kata Purwoadi.

 

Dituturkan Purwoadi juga, tidak ada margin of error dalam pemungutan suara secara elektronik ini, sebab prosesnya sudah canggih dan otomatis.

 

"Bagaimana caranya margin of error? Enggak ada dong (margin of error-nya), selain gangguan eksternal di sistem, bisa dipastikan semuanya bersih. Jadi, inilah yang sebenarnya kita harapkan, yakni pemilu yang jujur dan akurat. Jadi, begitu pemilihan selesai, komputer ditutup, dihitung semuanya, dan langsung terpampang hasilnya berapa," ujarnya.

 

Colek, Bukan Coblos

 

Sebagai informasi pada hari ini juga digelar beberapa Pilkades di Bogor, tetapi yang pakai sistem e-voting ini hanya Pilkades di Desa Babakan saja. Namun inovasi teknologi BPPT ini menunjukkan bahwa Pilkades elektronik mampu memberikan hasil yang positif untuk kemajuan Indonesia dan demokrasi yang berkualitas.

 

"Bahkan, di sini jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap)-nya mencapai 10 ribu. Padahal, kalau di TPS-TPS biasa itu cuma 500-an, beda 20 kali lipat kan. Cukup dengan dua kali sentuh. Jadi, ini kan ada tiga calon, sentuhan pertama dia pilih calon yang mana, kemudian sentuhan yang kedua pilih 'OK', atau 'Ulang' untuk memastikan kembali pilihannya," kata Purwoadi.

 

Secara teknis tambah Purwoadi, para pemilih harus memasuki bilik pemungutan suara, yang di dalamnya sudah terdapat layar komputer. Di layar tersebut, mereka hanya diharuskan menekan gambar calon yang menjadi pilihannya dan mengonfirmasi ulang, guna memastikan pilihan tersebut dengan menekan tombol ‘OK’, atau ‘ULANG’.

 

"Sentuh atau colek saja layarnya, pastikan pilihan anda. Tanpa surat suara, waktu pelaksanaan juga lebih cepat. Intinya, inovasi Pemilu elektronik ini menciptakan efisiensi waktu, biaya serta meningkatkan kualitas Pemilu," tutup Purwoadi. (Humas/HMP)
 
ED. SP

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id