Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Hadapi Ransomware WannaCry, Ini Kata BPPT

 

 

BPPT melalui Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza  menyebut agar Indonesia harus memiliki teknologi siber tingkat keamanan yang tinggi, mampu menahan bahaya dan cepat pulih jika mengalami serangan yang sifatnya merusak.

 

“Dunia siber Indonesia dalam kondisi sudah darurat untuk diterapkannya teknologi keamanan siber (cybersecurity, red). Perlu penguatan terhadap keamanan infrastruktur informasi kritis, seperti bank, jaringan listrik dan lainnya. Intinya tidak ada infrastruktur yang independen yang terlepas dari cyber-interdependancies,” tegas Hammam melalui pesan instan, (14/05).

 

 

Hammam menguraikan bahwa saat ini pihaknya menyarankan agar serangan ransomware WannaCry dihadapi dengan memperkuat sistem operarsi Windows melalui pembaruan (update) security patches, deaktivasi SMB, backup data dll. Kita juga antisipasi terhadap versi 2 dari worm ini yg telah mulai tersebar sejak Sabtu malam.

 

Lebih lanjut dituturkan bahwa ancaman ransomware perlu mendapat perhatian. Hammam lantas mengingatkan bahwa situs pemerintah tetap harus di periksa karena tidak mustahil malware sudah melekat dan perlu di analisa lanjut terhadap sistemnya untuk mematikan malware tsb. Karena ditakutkan malware tersebut bisa menjelma menjadi "botnet"  atau malware spying, kemudian menjadi Ransomware. “BPPT juga tidak terlepas dari ancaman hacker. Pengalaman kami sendiri dimana website lembaga maupun unit kerja sering mengalami percobaan serangan dari hacker,” jelasnya.

 

 

Oleh karena itu, menurutnya kebutuhan akan adanya kesadaran Cybersecurity dan juga Critical Infrastructure Protection untuk menghadapi serangan siber merupakan suatu kewajiban yang harus  dimiliki, baik pada tingkat negara ataupun spesifik pada berbagai sektor strategis untuk dapat menjamin ketahanan negara di dunia siber (cyber resiliency)

 

 

“Inilah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh lintas Kementerian dan Lembaga mulai dari Polhukam, Kominfo, Lemsaneg, BPPT dan stakeholder terkait  mempersiapkan CIIP. Perlu integrasi yang menyeluruh dengan sistem kesiapsiagaan nasional yang meliputi pencegahan, perlindungan, mitigasi, respon, dan pemulihan,” rincinya.

 

Sebagai informasi Hammam juga menjelaskan bahwa Serangan model DDOS, merupakan cara yang efektif untuk melumpuhkan atau mematikan akses terhadap sebuah situs. Serangan DOS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks’) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut. “Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan,” pungkasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id