Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

E-VOTING BUKA PELUANG INDUSTRI NASIONAL

Dalam pelaksanaan sistem pemilihan secara e-voting, akan banyak dibutuhkan berbagai perangkat baik perangkat keras maupun lunak guna mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu. Tentunya dalam hal ini, peran industri dalam negeri akan sangat dibutuhkan. Selain akan meningkatkan kemandirian bangsa, juga akan dapat menciptakan inovasi-inovasi baru dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional.

‚Saat ini tim BPPT sedang mengkaji teknologi yang tepat untuk diaplikasikan dalam e-voting di Indonesia, selain juga membuat rancangan teknis secara nasional dan prosedur evaluasi. Kita banyak menggali informasi dari negara lain yang juga menerapkan sistem e-voting dalam pemilihannya, seperti Amerika dan India. Amerika dari sisi teknologi yang digunakan dan India dari sisi penerapan di masyarakat‚, jelas Kepala Program SIAK, Husni Fahmi, kemarin (19/04)

Terkait dengan penerapan di lapangan, Husni meyakini apabila e-voting ini berhasil dilakukan, maka akan banyak peluang bagi industri dalam negeri untuk ikut berperan serta. ‚Misalnya dari bidang perangkat keras seperti mesin e-voting (DRE+VVPAT, Direct Recording Equipment with Voter Verified Printed Audit Trail) yang meliputi perangkat pemungutan dan penyimpanan voting secara digital, perangkat pencetak kertas audit trail, perangkat verifikasi audit trail tanpa menyentuh dan kotak suara untuk menyimpan audit trail‚.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh Group Leader program e-voting, Bowo Prasetyo. ‚Akan banyak sekali peluang yang tercipta bagi industri kita. Apabila ini semua dapat dimanfaatkan dengan baik, hasilnya akan sangat luar biasa. Kita butuh komponen mesin e-voting seperti CPU dan hard disk untuk menjalankan software dan menyimpan voting secara digital, kita juga akan membutuhkan layar touchscreen untuk memberikan voting, display eksternal untuk menampilkan status mesin supaya bisa dipantau oleh petugas, smartcard reader untuk meng-unlock mesin e-voting dan membaca e-KTP, barcode reader untuk membaca kartu pemilih dan audit trail, fingerprint scanner untuk otentifikasi pemilih serta sistem transmisi untuk mengirim data voting dari mesin e-voting‚.

Koordinasi Berbagai Pihak

‚Melihat berbagai keuntungan dan peluang yang dhasilkan dengan adanya penerapan e-voting ini, tentu saja untuk penerapannya memerlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Kita menjalin kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Pusat Statistik (BPS), Lembaga Sandi Negara (LSN), Sekretariat Wakil Presiden, Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan ITB‚, tambah Husni.

Baik Husni dan Bowo yakin bahwa e-voting untuk pemilu 2014 dapat terlaksana dengan baik jika ada peran yang sangat aktif dari pemerintah dalam mensosialisasikan cara-cara dan penggunaan sistem e-voting pada masyarakat. ‚Tidak dapat dipungkiri bahwa pada pelaksanaannya akan ada banyak kendala yang dihadapi. Misalnya, keterbatasan jaringan listrik, sarana infrastruktur yang kurang baik dan kurangnya perlengkapan elektronik yang menunjang sistem e-voting. Semua itu perlu disiasati dan dicari solusinya‚.

‚Kita sudah mempersiapkan jalan terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, misalnya dengan menggunakan teknologi battery operated untuk daerah yang tidak memiliki jaringan listrik. Untuk daerah yang perlengkapan eletroniknya tidak memadai, dapat digunakan PC biasa yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan e-voting‚, jelas Bowo.

‚Kami dari BPPT siap untuk mendukung pelaksanaan e-voting di Indonesia, mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pemilu 2014 nanti. Sebagai mitra teknologi, kami akan senantiasa berusaha memberikan rekomendasi-rekomendasi teknologi terbaik demi pelaksanaan e-voting‚, ujar keduanya. (YRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id