Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK SEBUAH ENERGI TERBARUKAN

Diversifikasi energi harus dilakukan secara bertahap dan signifikan. Banyak sumber energi baru di Indonesia yang belum diperhatikan untuk dikembangkan. Hal-hal yang dianggap limbah pun kalau diolah bisa menjadi sumber energi yang dapat menghasilkan listrik. Kelapa sawit yang sudah diolah menjadi bahan baku untuk bahan bakar CPO pun, limbahnya yang berupa tandan kosong bisa digunakan sebagai energi baru untuk menghasilkan listrik.

Tandan kosong itu hanya mempunyai kalori sebesar 1200 per kilogramnya, tapi kalau sudah diolah bisa ditingkatkan sampai dua atau tiga kali lipatnya. Dari hal ini bisa dilihat ekuivalensinya dengan energi listrik, hal tersebut setara dengan listrik sebesar 3MW. Harga tandan kosong pun hanya 1.5 USD per ton, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga batubara per tonnya yang mencapai 70 USD.

‚Ini merupakan potensi yang harus bisa kita laksanakan dan kembangkan, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI bisa menjadi pilot project atau percontohan pertama di Indonesia dalam pengembangan listrik skala kecil‚, ungkap Marzan A. Iskandar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BPPT dengan PTPN VI, di Jambi (31/05).

Pada penandatanganan dengan tema Pengkajian dan Pengembangan Penggunaan Pembagkit Listrik Tenaga Alternatif tersebut, Kepala BPPT juga mengatakan bahwa jika PTPN VI bisa membina dan membangun usaha baru di bisnis kelistrikan ini maka Jambi pun nantinya bisa menjadi daerah percontohan untuk sebuah bisnis baru di Indonesia‚. Sebuah bisnis kelistrikan dengan menggunakan energi terbarukan, dan hal inilah yang harus kita kaji secara lebih mendalam, harus diharmonisasikan dengan kebijakan yang ada‚, terang Marzan.

Menyambung ucapan Kepala BPPT tersebut, Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin, mengatakan bahwa dirinya juga pernah meminta langsung kepada DPR RI Komisi VII untuk merubah UU Kelistrikan di Indonesia, supaya lebih optimal dalam penerapannya. Penandatanganan kesepakatan kali ini merupakan yang ke-2 dan juga merupakan penuntasan MoU pertama yang telah dilakukan dua tahun sebelumnya di BPPT Jakarta.

Gubernur Jambi pun sangat mendukung Penandatanganan MoU ini karena merupakan sebuah ide baru bahwa dari tandan kosong kelapa sawit yang notabene sudah dianggap limbah, bisa menjadi sumber energi listrik terbarukan. ‚Mungkin hal ini hanya menghasilkan listrik dengan jumlah kecil kalau hanya satu pihak yang melakukan, tetapi kalau seluruh Jambi dengan luas lahan kelapa sawitnya yang mencapai ratusan ribu hektar, maka akan menjadi tenaga listrik alternatif yang sangat optimal‚.

Direktur Utama (Dirut) PTPN VI, Iskandar Sulaiman, berharap dengan MoU ini BPPT bisa melakukan kajian yang lebih mendalam dan hasilnya bisa disosialisasikan kepada pelaku usaha kelapa sawit lainnya. ‚Jika semua pihak sudah peduli untuk mengolah tandan kosong kelapa sawit untuk menjadi sumber listrik, mudah-mudahan tidak ada lagi cerita di Jambi ada desa yang tidak ada listriknya‚ harap Iskandar.

Dukungan Teknologi

Untuk meningkatkan pembangunan Indonesia, BPPT mempunyai program yang bernama ‚Dukungan Teknologi untuk Sistem Inovasi Daerah‚. Hal ini dilakukan untuk membangun bisnis-bisnis baru yang berbasi teknologi di suatu daerah. Jadi dengan demikian diharapkan potensi daerah bisa dioptimalkan dengan dukungan teknologi.

‚BPPT siap berkontribusi untuk pembangunan Jambi, tidak hanya dalam bidang teknologi energi ini, tapi juga bidang teknologi lainnya, seperti material, transportasi, bioteknologi. Tinggal dipilih saja yang mana yang tepat guna untuk masyarakat‚, tegas Kepala BPPT.

Lebih lanjut Ia mengatakan, saat ini BPPT dan Kementrian Dalam Negeri juga sedang mempersiapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), pembuatan KTP elektronik, dan juga persiapan Pemilu secara elektronik (e voting) untuk Pemilu 2014 nanti.

Senada dengan Gubernur Jambi dan Dirut PTPN VI, Kepala BPPT juga mengharapkan supaya semua pihak mendukung untuk menindaklanjuti MoU ini supaya pelaksanaannya berjalan dengan baik dan berhasil secara optimal. (SP/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id