Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

PENERAPAN CDM TERPOGRAM DALAM UPAYA PENURUNAN GRK DI INDONESIA

Pelaksanaan studi terkait Clean Development Mechanism (CDM) sudah dilaksanakan sejak tahun 2002, melalui kerjasama dengan berbagai pihak terutama dari pihak atau mitra asing untuk menggali potensi-potensi proyek CDM yang terkait dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan, ungkap Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi, Informasi, Energi dan Material (TIEM), Unggul Priyanto dalam sambutannya pada acara Workshop Clean Development Mechanism Terprogram (Programmatic CDM) di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta (18/2).

Dengan tema Pemanfaatan Limbah Menjadi Energi di Pabrik Kelapa Sawit di Seluruh Indonesia, workshop tersebut merupakan salah satu upaya Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi (PTPSE) BPPT dalam mendukung pelaksanaan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan memetakan potensi sumber energi terbarukan yang berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Hasil studi yang telah dilakukan PTPSE BPPT selama ini sudah tercatat dalam United Nations Framework Convention on Climiate Change (UNFCCC). Diantaranya yaitu Proyek Pemanfaatan Gas Metana di TPA Piyungan Jogjakarta sebagai proyek CDM pertama dengan skema Swasta Asing dan Pemerintah Daerah dan PLTMH Ranteballa, Sulawesi Selatan. Proyek ini juga merupakan proyek CDM pertama di Indonesia untuk sektor Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Dengan penerapan CDM terpogram, dapat mempercepat tercapainya sasaran kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan emisi GRK. Selain itu, keuntungan lainnya adalah proyek-proyek CDM atau CDM of Activity(CoA) dapat didaftarkan dalam satu proyek baru yang masuk ke dalam Program of Activitiy (PoA) yang sudah terregistrasi, sehingga CoA tidak perlu lagi di registrasi ke EB tapi cukup dilaporkan saja ke EB.

Sementara itu dari pihak PTPN, sangat mengharapkan adanya kelanjutan survey potensi yang telah dilakukan ke arah implementasi. Seperti diketahui, pemanfaatan limbah cair dari PKS belum banyak dimanfaatkan sebagai energi, sehingga melalui mekanisme CDM Terprogram, potensi pemanfaatan limbah cair untuk energi dapat dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang lebih singkat.

CDM Terpogram merupakan salah satu alternatif mekanisme post 2012 yang diharapkan dapat mempercepat proses CDM yang cukup lama. Di Indonesia, dari 56 proyek CDM yang telah terdaftar di badan PBB, ada 6 proyek sudah mendapatkan Certified Emission Reduction (CER) yaitu Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Banten dan Jawa Barat, jelas Senior Officer Divisi Mekanisme Perdagangan Karbon-DNPI, Andi Samyanugraha pada kesempatan yang sama.

Di akhir workshop, Direktur PTPSE, Oktaufik mengatakan bahwa workshop tersebut diharapkan dapat memberikan masukan serta kontribusi berupa informasi potensi energi di Indonesia, khususnya PKS di seluruh PTPN.

Workshop Clean Development Mechanism Terprogram (Programmatic CDM) terselenggara atas kerjasama PTPSE BPPT dengan Shimizu Co dan Kementrian BUMN. Workshop tersebut diikuti oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Kementerian Negara BUMN, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan PT PLN (Persero). (KYRAS/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id