Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TERAPKAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PENGOLAHAN SAMPAH

 

 

 

Sebelumnya paradigma yang terjadi di masyarakat adalah sampah merupakan sesuatu yang tidak lagi bisa digunakan dan sesuatu yang berkonotasi sia-sia. Namun seiring dengan berkembangnya kehidupan masyarakat, sampah telah pula menyebabkan bencana seperti banjir, longsor dan juga terkait dalam isu-isu perubahan iklim yang sudah menjadi pembicaraan dunia.

 

“Sebagai bagian dari warga dunia dan sebagai bagian dari warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mulai menerapkan teknologi-teknologi atau pengetahuan-pengetahuan termasuk juga kebijakan lokal yang berkembang di masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah yang bertanggung jawab. Termasuk dengan menerapkan gerakan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) yang sudah tidak asing lagi dan seharusnya sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Deputi Kepala BPPT BIdang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA), Ridwan Djamaluddin pada acara Seminar Nasinal dengan tema Teknologi Pengolahan Sampah Berwawasan Lingkungan Paska Terbitnya PP No 81 Tahun 2012 dan Implementasinya bagi Kabupaten/Kota di BPPT (16/05).

Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah, pemerintah Indonesia telah mencanangkan gerakan Indonesia bersih dengan prioritas pada beberapa sektor dan lokasi. Ridwan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara menyeluruh dalam upaya tersebut. Selain kerjasama dengan lembaga-lembaga atau kementerian teknis seperti kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Lingkungan Hidup, pembinaan masyarakat dan penyampaian informasi juga harus digencarkan. “Karena tidak semata-mata sampah secara fisik yang dikelola, tetapi melibatkan masyarakat melalui kampanye-kampanye yang efektif juga menjadi penting,” ungkapnya.

Dengan dikeluarkannya UU No 18 tahun 2008 kemudian dilanjutkan dengan PP No 81 Tahun 2012, sejak 2013 ini menurut Ridwan tidak ada pilihan lain selain mengolah sampah  menjadi sumber daya. Seiring dengan disahkannya PP tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga tersebut, BPPT melalui Balai Teknologi Lingkungan (BTL) mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah.

"BTL terus mengembangkan teknologi pengelolaan sampah yang nantinya dapat diterapkan untuk berbagai kawasan pengelolaan sampah, seperti kawasan pemukiman, kawasan industri, kawasan komersial, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas lannya," ujar Kepala BTL, Arie Herlambang di kesempatan yang sama.

Dijelaskan Arie, hampir sebagian besar tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) yang ada di Indonesia saat ini masih menggunakan praktek penimbunan terbuka. Bahkan hampir di seluruh kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil, penutupan sampahnya tidak dilakukan dengan metode pembuangan sampah yang benar.

“Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan dana, SDM dan masih ditambah lagi peningkatan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan infrastruktur persampahan.

"Untuk itu, diperlukan sumber daya aparatur pemerintah daerah yang benar-benar mampu secara teknis, menguasai teknologi, memahami manajemen persampahan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Arie berharap, pada masa mendatang Indonesia dari Sabang sampai merauke mendapatkan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan lestari. Serta akan banyak lagi kota-kota yang mendapat penghargaan adipura karena kebersihannya. (SYRA/humas)

 

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id