Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

SEMINAR NASIONAL TENTANG PERAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Meningkatnya pembangungan di berbagai daerah (kabupaten dan perkotaan), berbanding lurus dengan semakin meningkatnya dampak negatif baik langsung atau tidak langsung bagi lingkungan kehidupan. Tidak tertanganinya sampah di perkotaan, tercemarnya air permukaan dan air tanah oleh limbah industri/domestik, menurunnya kondisi sanitasi lingkungan, banjir, hanya sebagai akibat dari konflik pemanfaatan ruang wilayah tersebut. Banyak teknologi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk menentukan pilihan teknologi mana yang dapat dimanfaatkan kabupaten/kota dalam upaya mengatasi masalah lingkungan di daerahnya.


Pusat Teknologi Lingkungan (PTL-BPPT) menawarkan hasil kajiannya untuk mendukung program pembangungan Kabupaten/Kota mengatasi masalah lingkungan hidup di daerahnya. PTL dengan didukung oleh Balai Teknologi Lingkungan BPPT di Puspiptek Serpong memiliki pengalaman yang cukup panjang dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya di dalam: (1) Pengolahan Sampah perkotaan; (2) Menangani masalah lingkungan akibat limbah cair; (3) Pemberdayaan berbagai limbah (industri, domestik, pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat; (4) Pemanfaatan dan pemberdayaan lahan marginal untuk pengembangan pertanian; (5) Pengembangan wisata bahari, ecocity; (6) Produksi bersih; (7) Pengelolaan air bagi Kabupaten/Kota yang mengalami kesulitan/kelangkaan air (daerah bergambut, daerah payau, pulau-pulau kecil) dll. Pola kerjasama yang dibina PTL BPPT dengan Pemerintah Kabupaten/Kota selama ini ternyata banyak memberi manfaat, sekaligus sebagai mitra kerja bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengatasi masalah lingkungan khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya.


Berkaitan dengan hal tersebut PTL bekerjasama dengan Lembaga Kajian Pembangunan Daerah menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema ‚Peran Teknologi Lingkungan Dalam Pembangunan Daerah (Kabupaten/Kota)‚ pada 17 Juni 2009 bertempat di Hotel Milenium Sirih, Jakarta.


Seminar yang dibuka oleh Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA Jana Tjahjana A mewakili Kepala BPPT, Kepala Pusat Teknologi Lingkungan Kardono dan para Pakar/Tenaga Ahli/ Nara Sumber dari BPPT, Departemen PU, Kementerian LH, Departemen Dalam Negeri dan Bappenas serta para peserta.


Tujuan utama dari seminar ini yaitu: (1) Mensosialisasikan teknologi hasil kajian Pusat Teknologi Lingkungan BPPT yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendukung program pembangunan di daerahnya; (2) Mensosialisasikan Strategi dan kebijakan nasional di bidang lingkungan dan ketataruangan serta implementasinya bagi Pemerintah Kabupaten/Kota pasca berlakunya UU No.26/2007 tentang Tata Ruang dan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; dan (3) Menjalin hubungan dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memanfaatkan hasil kajian Pusat Teknologi Lingkungan BPPT untuk mendukung pembangungan daerah.


Manfaat yang dapat diambil bagi Pemerintah/Kota melalui seminar ini antara lain: mendapat bahan masukan dalam menyusun strategi dan kebijakan pembangunan di daerahnya; mendapat pengetahuan dan pemahaman dalam menyusun Rencana Induk Pengelolaan Sampah yang dikaitkan RT/RW, Kabupaten/Kota; mendapat pengetahuan dan pemahaman dalam menerapkan pilihan teknologi pengolahan air bersih bagi Kabupaten/Kota dan mendapat pengetahuan tentang teknologi pilihan untuk pengolahan limbah cair, limbah padat, pembuatan kompos, penanganan limbah plastik dll.


Peserta yang hadir pada seminar ini adalah Sekretaris Daerah, Bappeda, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Bapedalda, BPLHD, Institusi Teknis, DPRD, Ilmuan, Akademis dan Dunia Usaha.
Pada sesi pertama menampilkan pembicara antara lain: (1) Henky Sutanto (PTL-BPPT) tema Sistem dan Teknologi Pengolahan Sampah: Peluang dan Tantangan Kabupaten/Kota Paska Berlakunya UU No 26/2007 dan UU No. 18/2009; (2) Arie Herlambang dan Nusa Idaman Said (PTL-BPPT) tema Teknologi Penyediaan Air Bersih dan Limbah Cair untuk mengatasi Kelangkaan dan Menurunnya Kualitas Air; (3) Widiatmini Sih Winanti (PTL-BPPT) tema Peran Teknologi Produksi Bersih untuk Efisiensi Pemanfaatan Sumberdaya; (4). Wahyu Purwanta (PTL-BPPT) tema Teknologi Mitigasi dan Pengendalian Dampak Pemanasan Global. Moderator dipandu oleh Yudhi S. Garno (PTL-BPPT).


Untuk sesi kedua menampilkan antara lain: (1) Imam Sudrajat (Direktur Penataan Ruang Nasional Ditjen Penataan Ruang, Dep. PU) tema Tinjauan Aspek Ketataruangan dan Pembangunan TPA Sanitary Landfill di Wilayah Kabupaten/Kota Pasca berlakunya UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah; (2) Mulia Malik (Kasubdit Jasa Perkotaan, Direktorat Perkotaan, Ditjen Bina Bangda, Departemen DN) tema Kebijakan Depdagri bagi Kabupaten/Kota Pasca berlakunya UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah; (3) Budi Hidayat (Direktur Permukiman & Perumahan Bappenas) tema Kebijakan Nasional dan Strategi Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Serta Implementasinya Bagi Kabupaten/Kota; (4) Rismawarni Marshal (Direktur Eksekutif Pusat Produksi Bersih Nasional, KLH) tema Kebijakan dan Strategi Nasional untuk Produksi Bersih dan Implementasinya bagi Pemerintah Kabupaten/Kota; (5) Endang Setyaningrum (Kasubdit Pengelolaan dan Pengusahaan, Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Ditjen Cipta Karya, Departemen PU) tema Pengelolaan Sampah di Indonesia Pasca UU No. 18/2008 dan Implentasinya bagi Kabupaten/Kota dengan Moderator oleh Rosyid Hariyadi.


Dalam sambutan Kepala BPPT yang diwakili oleh Deputi Bidang Teknologi TPSA Jana T. Anggadiredja mengatakan sebagai salah satu lembaga penelitian dan pengembagan atau disebut lembaga Litbang, BPPT melalui pusat-pusat maupun UPT-UPT yang ada secara terus menerus dituntut agar dapat mengembangkan teknologi yang mampu menjawab tantangan-tantangan perkembangan dan dinamika pembangunan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Lebih lanjut dikatakan dalam bidang lingkungan khususnya, BPPT bersama lembaga-lembaga lainnya, juga harus mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pembangunan nasional, terutama untuk memberikan solusi-solusi teknologi terkait dengan masalah lingkungan, yang mendukung pada kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.


Direktur Pusat Teknologi Lingkungan Kardono dalam sambutannya mengatakan Pusat Teknologi Lingkungan sebagai bagian dari BPPT memiliki kompetensi di bidang pengkajian dan penerapan teknologi lingkungan. Sejak awal kelahirannya telah mengabdikan seluruh kemampuan SDM-nya bagi pengembangan teknologi pengendalian pencemaran, teknologi pencegahan pencemaran, teknologi pemulihan lingkungan dan juga teknologi monitoring.


Lebih lanjut dikatakan dalam pengelolaan lingkungan, terkadang bukan sekedar mencegah ‚ polutan sebelum dibuang ke lingkungan tetapi juga bagaimana memulihkan kondisi lingkungan yang sudah tercemar polutan. Hal inilah menjadi concern bidang konservasi dan pemulihan kualitas lingkungan. Beberapa kaji terap skala demo plant untuk remediasi lahan yang tercemar atau memulihkan lahan marginal telah dilaksanakan di beberapa daerah. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada peserta (TR/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id