Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Optimalkan Daur Ulang Air Limbah Dengan Teknologi

Pemanfaatan hasil kerekayasaan BPPT dalam bidang teknologi lingkungan beberapa tahun terakhir sudah dimanfaatkan dalam berbagai bidang pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Di antaranya  yakni teknologi pengelolaan air bersih, pengelolaan limbah cair. Minggu lalu (12/12) BPPT kembali menyerahkan Pilot Plant Teknologi Daur Ulang Air Limbah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Pilot plant ini kemudian diserahkan kepada PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mengelola daur ulang air limbah tersebut.Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Pusat Teknologi lingkungan (PTL-BPPT), Joko P. Susanto, kepada Pemkab yang diwakili Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Mahmud Ali dan langsung diserahkan kembali kepada pihak Pihak BWJ yang diterima langsung Direksi, Setiawan Marjuki untuk dikelola, pada acara Serah Terima Pengelolaan Pilot Plant Daur Ulang Air Limbah, Tanjung Lesung, Banten (12/12).

 

Pada kesempatan ini Joko menjelaskan bahwa Pilot plant ini telah beroperasi lebih kurang dua bulan dan mempunyai kapasitas 50m3 per hari air bersih. Dari hasil analisa kualitas air untuk olahan IPAL nya, sudah memenuhi baku mutu limbah domestik sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup.  “Sedangkan untuk kualitas air hasil olahan unit daur ulang air sistem ultra filtrasi, sudah memenuhi syarat sebagai air bersih sesuai Permen Kesehatan No. 416 Tahun 1990 tentang Baku Mutu Air Bersih dan Air Minum,” ungkapnya.

Permasalahan yang kita hadapi dalam penggunaan air daur ulang, sebut Joko, adalah persepsi masyarakat yang masih belum siap menerima air yang sumbernya dari air limbah. Oleh karena itu, pemanfaatan air daur ulang di Pandeglang ini masih sebatas untuk kebutuhan siram taman, pencucian kendaraan dan pembersihan bangunan maupun peralatan. “Dimasa datang pihak BWJ akan membantu melakukan sosialisasi penggunaan air daur ulang ini kepada hotel-hotel yang ada di KEK maupun kepada masyarakat luas yang mengunjungi pilot plant ini, sehingga daur ulang air limbah domestik akan dapat lebih luas lagi penerapannya,” katanya.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Pandeglang, Mahmud Ali menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya program bantuan pilot plant teknologi daur ulang air limbah  ini sebagai percontohan bagi perhotelan di KEK termasuk masyarakat disekitar wilayah tersebut. ”Kami sangat berterima kasih dan mendukung termasuk memfasilitasi upaya BPPT yang merupakan program nasional dan menjadi percontohan di KEK yang saat ini sudah kita serahkan pengelolaannya kepada pihak BWJ dan untuk disosialisasikan pada masyarakat khususnya perhotelan di Kabupaten Pandeglang.” ujarmya.

BWJ sebagai pengelola KEK, sambungnya harus bisa maju dalam pengelolaan air daur ulang limbah seperti di Amsterdam Belanda. ”Jangan sampai kawasan Tanjung lesung terkenal baunya. Ini merupakan proses pembelajaran pertama da lam penge lolaan air daur ulang limbah yang bisa disalurkan pada masyarakat dikawasan BW,” harapnya.

Sementara itu Direksi PT BWJ, Setiawan Marjuki mengatakan program ini sudah dinantikannya guna menunjang sumber air bersih di wilayah KEK dan masyarakat sekitarnya. ”Kami akan mengoptimalkan pengelolaan penerapan tekno logi daur ulang air limbah dari BPPT yang diberikan kepada Pemda dan diserahkan pada pihak BWJ.” imbuhnya. (SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id