Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Gedung Geostech di Puspitek Serpong Kini Punya IPAL Untuk Daur Ulang Air Limbah Domestik

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam hal ini Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) berhasil menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gedung Geostech, Puspitek Serpong, pada awal Januari 2014.

 

Kepala Bidang Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) BPPT, Rudi Nugroho, mengatakan semangat para pimpinan BPPT itu ingin menjadikan Gedung Geostech sebagai sarana aktivitas rekayasa dan penelitian. Selain itu, juga sebagai sarana promosi dari hasil-hasil penelitian BPPT.

 

"Salah satu penelitian mengenai masalah lingkungan adalah pembuatan IPAL, yaitu sistem pendaur ulang air limbah domestik yang dirancang khusus untuk negara berkembang. Artinya, sistem pengoperasiannya dibuat mudah, sederhana, dan bisa dipakai oleh siapa pun," kata Rudi, Jumat 7 Februari 2014, di Gedung Geostech Puspitek Serpong.

 

Rudi menambahkan, pembuatan IPAL baru di Gedung Geostech dimuli pada bulan Juli 2013 dan selesai pada awal bulan Januari 2014. IPAL ini merupakan teknik pengolahan limbah domestik dengan menggunakan biofilter anaerob-aerob. Dan bisa dipakai di industri, perkantoran, pemukiman, dan lainnya.

 

"Air limbah yang diolah oleh IPAL itu berasal dari sumber limbah di kawasan Puspitek, yaitu air limbah kamar mandi, wastafel, dan lainnya. Sistem pengolahannya kita mengumpulkan air limbah dari toilet-toilet yang disalurkan ke septitank, kemudian air yang meresap dari septitank kita kumpulkan dengan menggunakan bak penampung, lalu dialirkan ke IPAL. Ada 11 bak di Puspitek ini yang mengalirkan air limbah ke IPAL," jelas Rudi.

 

Saat ini, kondisi air limbah yang sudah didaur ulang di IPAL secara visual sudah sangat jernih. Tapi, PTL masih menganalisis air itu di laboratorium untuk mengetahui kandungan mikrobanya. Sekarang air yang dihasilkan dari IPAL baru digunakan untuk menyiram tanaman, bersih-bersih laboratorium, dan lainnya.

 

"Nanti kedepannya setelah hasil laboratorium keluar kita berharap air daur ulang IPAL ini bisa dipakai sebagai sumber air bersih di Puspitek. Harapannya adalah IPAL ini bisa menjadi satu percontohan untuk industri dan masyarakat bahwa air limbah bisa diubah menjadi air sumber bersih," ujar Rudi.

 

Atasi Pemanasan Global

 

Pembuatan IPAL ini berkaitan dengan tindakan adaptasi untuk mengatasi pemanasan global. IPAL adalah salah satu metode untuk mengurangi penggunaan air dengan mendaur ulang air limbah. Harapan besarnya adalah IPAL bisa menjadi satu percontohan untuk industri dan masyarakat bahwa air limbah domestik bisa diubah menjadi air bersih.

 

"Kita harus bangga dengan adanya IPAL ini. Sekarang bangsa Indonesia bisa memamerkan teknologi  buatan BPPT dalam pengolahan air limbah domestik menjadi sumber air bersih," tutup Rudi.  (tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id