Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

MagComp, Inovasi Teknologi Atasi Sampah Rumah Tangga

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Seminar Nasional bertajuk Inovasi Teknologi Lingkungan dalam Aksi Gerakan Nasional Indonesia Bersih di Auditorium BPPT, Jakarta, (15/12). Di acara itu, BPPT juga memamerkan inovasinya di bidang Teknologi Lingkungan untuk mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB).


Salah satu Inovasi Teknologi Lingkungan yang memberikan nilai tambah dari sampah rumah tangga adalah teknologi sederhana Maggot Composter (MagComp) atau cara mudah atasi sampah rumah tangga. 

 

Sri Wahyono, Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Pusat Teknologi Lingkungan BPPT menjelaskan MagComp merupakan komposter sampah makanan yang dirancang khusus untuk budidaya maggot (larva lalat). Keistimewaan komposter ini dibandingkan dengan komposter lainnya adalah kemampuannya dalam mengolah segala macam sampah makanan yang basah dan mudah membusuk serta bau tanpa harus mengeluarkan usaha ekstra.


"Dengan teknologi MagComp, sampah organik rumah tangga tidak perlu dicacah, dipilah, dikondisikan kelembabannya, diaduk dan sebagainya. Masukkan saja sampah-sampah tersebut kedalam ember penampung dan biarkan MagComp bekerja dengan sendirinya.


Sri memaparkan, produk utama yang dihasilkan dari MagComp adalah maggot yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai suplemen tambahan pakan lele yang dibudidaya dalam tong atau buletong (budidaya lele dalam tong). Selain itu, MagComp juga dapat menghasilkan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk padat tanaman herbal, tanaman hias dan tanaman buah.


"Teknologi MagComp tidak memerlukan biaya yang mahal. Biayanya tidak sampai Rp 50.000. Alat yang dipakai hanya dua buah ember bekas yang digunakan sebagai tempat sampah organik yang kemudian akan menghasilkan maggot dan pupuk kompos," paparnya.


Untuk diketahui, MagComp, lain dari pada yang lain. Belum ada di dunia sebelumnya. Bentuknya berupa dua buah corong (ember) yang ditangkupkan mulutnya satu sama lain. Volumenya sekitar 30 liter. Kemudian salah satu bagian ditanam di tanah, sedangkan yang satunya lagi muncul di atas permukaan tanah.


Sri menjelaskan, sampah makanan hanya tinggal dimasukkan ke dalam ember yang sudah ditanam di tanah. Lalu biarkan sampah itu terurai dan dalam waktu kurun waktu tiga hari akan muncul banyak maggot. Kemudian maggot itu bisa dipergunakan sebagai pakan lele. Sementara, sampah-sampah yang sudah terurai bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.


"Banyak manfaat dari MagComp, yaitu sampah makanan dari dapur tertangani, tersedia sumber pangan untuk budidaya lele skala kecil dan terpeliharanya tanaman herbal, hias dan buah berkat pupuk kompos. Silahkan mencoba membuat MagComp di rumah!," tutup Sri. (tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id