Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Pengelolaan Sumber Daya Air Solusi Atasi Krisis Air

Bertambahnya populasi manusia di dunia tentu dibarengi dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam. Kondisi itu telah menyebabkan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya air yang ada di Bumi. Oleh karena itu, perlu teknologi pengolahan sumber daya alam yang baik dan benar agar tetap terjaga ketersediaannya.

 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto mengatakan salah satu sumber daya alam yang saat ini secara global telah dinyatakan dalam keadaan krisis adalah air. Secara umum memang terlihat bahwa potensi air di Bumi berlimpah, seperti keberadaannya di laut, danau dan sungai.

 

"Namun, faktanya menunjukkan bahwa banyak negara di belahan Bumi yang mengalami krisis air. Sehingga menjadi persoalan yang kompleks bagi negara-negara di dunia," kata Unggul, di acara Sarasehan Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam bertajuk Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Kelestarian Bumi Indonesia, di Ruang Cakrawala Gedung Geostech, Puspiptek Serpong, (22/4).

 

Kepala BPPT menyampaikan, persoalahan ketersediaan air yang kompleks itu dapat diselesaikan dengan pengelolaan secara sistematik dan menyeluruh. "BPPT sebagai lembaga kaji dan terap teknologi siap berkontribusi menyediakan teknologi untuk kelestarian air di Bumi," ujarnya.

 

Sementara, Kepala Balai Teknologi Lingkungan (BTL) BPPT Arie Herlambang menjelaskan bahwa ada dua permasalahan terkait sumber daya air, yaitu kurangnya kuantitas dan kualitas air. BPPT siap mencari jalan keluar terkait masalah air melalui beberapa teknologi.

 

"Beberapa teknologi yang sudah dibuat BPPT terkait mengatasi permasalahan air yakni teknologi geospasial, remote sensing daerah potensi air dan mata air, teknologi mengetahui daerah yang mengalami kerusakan lingkungan dan pencarian sumber air dengan teknologi geolistrik tiga dimensi di bawah tanah." ungkap Arie.

 

Terkait masalah daur ulang air, Arie menjelaskan, air limbah bisa didaur ulang menjadi air baku. Selanjutnya air baku itu bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan aktifitas lainnya. Bahkan, dengan teknologi reverse osmosis bisa untuk air minum. 

 

"Dengan pengolahan air limbah untuk memenuhi baku mutu dan daur ulang air ini dapat mengurangi polutan atau pencemaran air di sungai, sehingga air dapat dimanfaatkan kembali," tutup Arie. (Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id