Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

TMC MENGATASI KRISIS LISTRIK DI WILAYAH SULAWESI SELATAN DAN BARAT

Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat sudah sekitar satu bulan mengalami krisis energi listrik sehingga dilakukan pemadaman listrik bergilir hingga 3-4 kali. Hal ini disebabkan debit air Sungai Mamasa yang menjadi tenaga utama penggerak PLTA Bakaru mengalami penurunan drastis, ditambah lagi adanya kerusakan pada turbin penggerak PT Energi Sengkang. Karena keduanya merupakan pemasok utama listrik untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara).

Saat ini kapasitas produksi PLTA Bakaru turun drastis dari kapasitas normal sebesar 126 MW menjadi rata-rata 20 MW. Penyebabnya adalah akibat inflow yang tersedia saat ini hanya sekitar 10-15m3/detik saja, dari 45m3/detik yang seharusnya dibutuhkan untuk produksi listrik normal. Atas dasar permasalahan tersebut, pihak PT PLN (Persero) Wilayah Sultan Batara (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara) meminta UPT Hujan Buatan BPPT untuk melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (hujan buatan) di wilayah DAS Mamasa, guna meningkatkan kondisi debit sungai Mamasa supaya produksi listrik PLTA Bakaru dapat kembali normal.

Operasi TMC untuk meningkatkan debit air sungai Mamasa telah dibuka secara resmi oleh Bupati Mamuju yang diwakili oleh Wakil Bupati Kabupaten Mamuju pada 20 Oktober 2009 yang lalu. Acara pembukaan yang bertempat di Bandara Tampa Padang Mamuju, Kepala UPT Hujan Buatan yang diwakili Tri Handoko Seto, Manajer PT PLN (Persero) Sektor Bakaru beserta staf serta beberapa tamu undangan dari kalangan Pemda Sulbar dan PT PLN (Persero). Menurut Tri Handoko Seto, operasi TMC direncanakan selama 20 hari, dan kegiatan ini merupakan kerjasama antara pihak PT PLN (Persero), BPPT, BMKG Wilayah VII dan Pemda Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

‚Kegiatan TMC di DAS Mamasa merupakan pengalaman pertama kalinya bagi UPT Hujan Buatan. Karakteristik fisik DAS Mamasa (dengan luas sekitar 1.080 km2) yang berbentuk pipih dengan topografi yang curam, serta sistem PLTA Bakaru yang memanfaatkan sistem run-off river (tanpa ada reservoir), menjadi suatu tantangan baru bagi UPT Hujan Buatan karena kondisi ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

‚Untuk mendukung kegiatan ini satu unit Mobile Radar type X-Band milik UPT Hujan Buatan BPPT dioperasikan dari kota Polewali, untuk memantau pergerakan dan pertumbuhan awan yang akan memasuki wilayah target operasi di DAS Mamasa agar penyemaian awan lebih optimal dan hasilnya lebih akurat‚, jelasnya. (bdh & ths / upthb).

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id