Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

MoU BPPT-JAKPRO: Kaji Model Incinerator untuk Atasi Masalah Sampah Kota Jakarta

 

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) lakukan penandatanganan memorandum of understanding(MoU) mengenai pengkajian dan penerapan teknologi dalam mendukung pembangunan kota Jakarta, khususnya di bidang pengolahan sampah dengan dukungan teknologi.

 

Lebih lanjut BPPT dan Jakpro juga  tandatangani kontrak kerja sama untuk pekerjaan asistensi dan evaluasi  terkait rencana pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dalam kota dengan teknologi incinerator yang tepat,

Kepala BPPT, Unggul Priyanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa  pihaknya akan membantu Jakpro untuk mengkaji teknologi yang dapat mengolah sampah dengan cepat tanpa memerlukan lahan yang terlalu luas. Kemudian, teknologi itu harus mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan.

 

"Kami akan merekomendasikan teknologi yang menggunakan proses thermal. Dengan proses ini, timbunan limbah padat (sampah) dalam jumlah besar dapat diubah menjadi panas yang kemudian dikonversikan menjadi energi dalam bentuk energi listrik," kata Unggul  usai penandatanganan MoU di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, (28/6).

 

Mengenai keunggulan pengolahan sampah dengan menggunakan proses thermal, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho, menyebut ada dua keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan proses tersebut.  “Pertama, sampah dengan jumlah besar dapat dihabiskan dengan singkat. Kedua, diperoleh energi listrik yang dapat dimanfaatkan, baik untuk mendukung memproses kembali limbah padat maupun untuk digunakan oleh masyarakat,” urai Rudi.

 

Teknologi pengolahan sampah dengan proses thermal, lanjut Rudi saat ini dipandang paling efektif dan telah banyak digunakan oleh sebagian besar negara maju. Seperti Jepang, Singapura, Perancis, Austria, Finlandia. Negara-negara maju tersebut menggunakan teknologi incinerator untuk pengolahan sampah.

 

 

 

“Lebih dari 70 persen pengguna teknologi incenerator  bahkan telah mengkonversikan panas yang dihasilkan untuk selanjutnya diubah menjadi energi listrik. Karena jenis teknologi incinerator cukup banyak, maka BPPT akan melakukan kajian untuk menentukan jenis teknologi incenerator yang paling tepat diterapkan di Jakarta nantinya,”  kata Rudi.

 

 

Mengamini pernyataan Rudi, Direktur Utama PT Jakpro, Satya Heragandhi mengungkapkan memang kerjasama dengan BPPT untuk membantu pihaknya memilih teknologi yang tepat untuk digunakan dalam ITF. Apalagi saat ini menurut Satya, sudah ada 96 proposal teknologi sampah yang ditawarkan pihak swasta. Karena tak ingin memilih sembarangan, dirinya  menyerahkan pemilihan teknologi ke tangan instansi yang bergerak di bidang teknologi yaitu BPPT.

 

"BPPT akan memberikan pendampingan kepada Jakpro. Pendampingannya dalam hal proses evaluasi analisa kelayakan proyek pembangunan dan pengelolaan sampah dalam kota DKI Jakarta. Semoga dalam beberapa bulan ke depan sudah ada minimal satu ITF yang telah terbangun sebagai proyek percontohan, sehingga dapat menjadi trigger daerah lain maupun swasta lain untuk berperan serta,” tutup Satya. (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id