Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

MEMODIFIKASI CUACA UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN

Hampir setiap tahun, Indonesia mengalami bencana alam yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca seperti kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta tanah longsor hingga mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materil yang tidak sedikit. Iklim dan cuaca di Indonesia, sangatlah spesifik dan menyebabkan kesulitan dalam memprediksi. Hal ini tentu saja mengakibatkan kesulitan dalam merealisasikan semua rencana yang terkait dengan iklim dan cuaca sepeti masa tanam produksi listrik, yang pada akhirnya menghambat laju pembangunan nasional.

‚Kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Pada musim kemarau, kemampuan PLTA akan mengalami penurunan antara 60-70% dari total kemampuan PLTA. Hal ini akan mengakibatkan suplai listrik untuk Sumatera Bagian Tengah mengalami penurunan‚, kata General Manager PT. PLN (persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Kitsbu Ikuten Sinulingga dalam acara Pembukaan dan Peresmian Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Riau, Selasa (22/06).

Mencermati kondisi tersebut, UPT Hujan Buatan BPPT mencoba menawarkan solusi dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu mengatasi penurunan suplai listrik yang terjadi saat musim kemarau. ‚PT PLN (persero) bersama Pemerintah Provinsi Riau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan TNI-AU Riau, mengajak BPPT untuk bekerjasama melaksanakan kegiatan Hujan Buatan untuk pembangkit energi di Sumatera Bagian Tengah meliputi Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat. Kedua provinsi ini memiliki Pembangkit Listrik dengan kapasitas sebesar 627,85 MW dengan PLTA sebesar 357,35 MW atau 56,90% dari total pembangkit yang ada‚, ujar Kitsbu.

Pada kesematan yang sama, Kepala UPT-TMC BPPT, Samsul Bahri mengatakan pelaksanaan TMC ini dilakukan dengan tujuan untuk menambah atau menaikan volume air di Waduk atau Danau PLTA Kota Panjang, PLTA Singkarak dan Maninjau. Kegiatan serupa juga sudah pernah dilakukan diberbagai tempat seperti di Catchment Area PLTA Kota Panjang, PLTA Maninjau dan PLTA Singkarak sebanyak 3 (tiga) kali pada Tahun 2004, 2006 dan 2009.

‚Diharapkan pelaksanaan TMC saat ini akan lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya dan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat untuk mendorong laju pembangunan khususnya di bidang energi (Pembangkit PLTA). Kegiatan ini juga merupakan langkah untuk mendukung dan menunjang kelangsungan pengoperasian PLTA tersebut serta dukungan dari berbagai unsur dan jajaran Pemerintah setempat‚ lanjutnya.

Dikesempatan yang sama, dalam sambutan pidato Gubernur Riau yang dibacakan oleh Asisten II bidang keuangan dan pembangunan, Emrizal Pakis, mengatakan bahwa kegiatan TMC ini akan dibagi kedalam dua periode, yakni periode menjelang musim kemarau dan periode menjelang musim hujan. ‚Untuk mengatasi defisit air di waduk dan Danau Maninjau serta Danau Singkarak, maka tahapan waktu pelaksanaan maksimum dapat mencapai 50 hari dalam jangka waktu lima bulan‚, tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan TMC UPT Hujan Buatan secara jangka panjang adalah untuk menstabilkan pemasokan listrik ke tempat-tempat warga sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Provinsi Riau guna meningkatkan perekonomian di Provinsi Riau.

Dalam laporannya, Koordinator Persiapan TMC, Ham Hilala mengatakan bahwa Operasional TMC, hanya dilakukan dengan I (satu) unit pesawat Cassa 212-200 versi Rain Maker milik BPPT yang dioperasikan oleh PT Nusantara Buana Air (PT NBA) penerbangan dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 dengan jumlah penerbangan maximum 3 kali sortie setiap hari

Acara yang berlangsung di posko Operasional TMC LANUD TNI-AU Riau tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur terkait seperti Pemprov Riau, GM PT. PLN (Persero) BMGK dan GM PT. PLN (Persero) Wilayah Riau, GM PT PLN (Persero) Pembangkit Sumatera Bagian Utara, dan Jajaran LANUD TNI-AU Riau. (AW/KYRA/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id